FORMAPAS Gelar Dialog Bertajuk ‘TERORISME: Ideologis atau Politis’

diposting pada tanggal 22 Nov 2018 06.40 oleh Ardianto Tola

MANADO – Forum Mahasiswa pancasarjana (FORMAPAS) Ikatan Alumni Pancasarjana IAIN Manado menggelar Dialog dan buka puasa bersama. Dengan tema “TERORISME: Ideologis atau Politis”, Selasa (5/6/2018) petang di Kampus IAIN kota Manado.

Ketua Forum Masiswa Fasca Sarjana Semester 4, Muh Tahwil Asraka dalam sambutannya menjelaskan bahwa bangsa Indonesia banyak yang menerima teror, yang ironinya para teroris melakukan ancaman dengan membawa agama, oleh sebab itu mari kita perangi teroris dengan memperkuat iman kita kepada Allah SWT.

“Pendidikan merupakan peran penting untuk melawan teroris, oleh sebab itu mari kita terus belajar agar tidak mudah dipengaruhi oleh teroris,” tandas Tahwil.

Ketua Forum Masiswa Fasca Sarjana Semester 4, Ketua prodi pendidikan agama Islam program pascasarjana Dr. Ardianto M.pd dan sekira 70 orang tamu undangan dan mahasiswa, dapat dilaporkan sebagai berikut:

Dekan Fuad/Fakultas Ushuludin adat dan dakwah, Dr. Salma M.HI memaparkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam pembangunan Indonesia, sebagai mahasiswa yang berpendidikan, tidak boleh tergoda dengan rayuan teroris maupun pergaulan bebas, mahasiswa harus bisa membuat dunia ini menjadi cerdas.


“Bom bunuh diri merupakan dosa besar, Allah tidak mengajarkan kita untuk membunuh apalagi mengorbankan diri,” lanjut Salma dalam penekanannya.

Islam tidak mengajarkan untuk saling membunuh melainkan Islam mengajarkan kita untuk saling mengasihi, saling silahturahmi dan saling hidup rukun.

Senada Wakil dekan 3 FEBI (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam), Syarifuddin MHI juga kembali menerangkan bahwa terorisme dipengaruhi oleh ajaran radikalisme, para pelaku bom bunuh diri merupakan korban pencucian otak dan bujukan-bujukan yang menjanjikan kalau mati akan masuk surga karena rela mati di jalan Allah.

“Radikalisme sering disalah artikan, radikal sering dianggap tertutup namun artinya radikal itu akar, akar dari pendidikan, orang yang berjenggot atau bercadar sering dianggap teroris namun itu semua tergantung dari diri kita sendiri dan bagaimana cara kita menafsirkannya,” ungkap Syaeifudin.

Seluruh bangsa Indonesia telah sepakat untuk bersama sama memerangi terorisme, maka lembaga pendidikan memiliki peranan penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang nasionalis dan Pancasilais anti radikalisme dan siap memerangi terorisme di Indonesia.

(Ferdian)

Sumber: http://sulutaktual.com/2018/06/05/formapas-gelar-dialog-bertajuk-terorisme-ideologis-atau-politis/

IAIN Manado Dukung Program Pemerintah dengan Seminar Internasional

diposting pada tanggal 20 Apr 2018 22.06 oleh Ardianto Tola   [ diperbarui20 Apr 2018 22.08 ]

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado menggelar seminar lintas perguruan tinggi di Indonesia yakni International Postgraduate Research Conference (IPRC).


"IPRC ini dibuka oleh wali kota Manado diwakili oleh Staf Ahli Bidang Keuangan ekonomi dan pembangunan Drs Heri Saptono. Dimulai 6 April 2018 hingga hari ini di Sintesa Peninsula," ujar Dr Ardianto MPd, Ketua Panitia IPRC 2018, yang juga Ketua Prodi Pascasarjana IAIN Manado kepada TribunManado.co.id, Sabtu (7/4/2018) siang.


Dr Ardianto MPd mengatakan, IPRC ini digelar untuk menghimpun berbagai hasil penelitian yang dilaksanakan dosen dan mahasiswa khususnya pascasarjana yang berkaitan dengan studi islam, studi ilmu sosial, dan multikulturalisme. Dengan kegiatan ini, lanjut Dr Ardianto MPd, diharapkan peserta baik dosen maupun mahasiswa akan memperoleh simpul pemikiran dan hasil penelitian empiris terkait dengan studi islam, studi ilmu sosial dan multikulturalisme.


"Bagi mahasiswa nantinya memiliki keahlian terutama di dalam mempresentasikan hasil penetilian di forum internasional yang output-nya, dapat diterbitkan dalam Prosiding (kumpulan makalah seminar yang telah dibukukan)," kata dia. Dia menambahkan, untuk dosen yaitu menjadi forum untuk menyampaikan hasil penelitiannya sehingga dapat menjadi bahan kajian, untuk pengembangan keilmuan dan sebagai wadah untuk sharing dengan akademisi lintas perguruan tinggi.


Kegiatan IPRC sudah secara rutin dilaksanakan setiap tahun sejak 2016 dengan menghadirkan narasumber dari berbagai peguruan tinggi di luar Manado bahkan dari luar negeri. "Narasumber antara lain dari Malaysia, Thailand, dan dari berbagai perguruan yang ada di Indonesia," ujar Dr Ardianto MPd.


Ada 50 narasumber yakni dari University Zainal Abidin Malaysia, Fatoni Universiti Thailand, Universitas Airlangga, UIN Antasari Banjarmasin, UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Negerianado, IAIN Palopo,IAIN Ternate, IAIN Gorontalo, IAIN Pare-pare, STAIN Sorong, Universitas Haluloe Kendari, STAIN Bangkabelitung, Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Palopo, dan IAIN Manado.

Jumlah peserta yang ikut yaitu 200 mahasiswa dari Manado.


Dr Ardianto MPd menambahkan kegiatan ini juga untuk mendukung program pemerintah terutama hubungannya dengan upaya menemukan modal sosial, membangun multikultiralisme di Sulut dan Manado khususnya.


Rektor Institut Islam Negeri Manado Dr Hj Rukmina Gonibala dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur PascasarjanaIAIN Manado Dr Rivai Bolotio MPd mengatakan, IAIN Manado menilai bahwa perguruan tinggi memiliki peran untuk merespon secara kritis tentang fenomena isu dan maraknya berbagai ketegangan konflik dan kekerasan berdimensi keagamaan dan keyakinan yang berkembang saat ini.


"IAIN Manado merasa terpanggil untuk menunjukkan upaya yang serius dalam proses merajut kebinekaan dan menghargai HAM dalam berbagai bidang. Upaya relevan yang dapat ditempuh di antaranya dengan mengadakan IPRC-International Postgraduate Research Confrence ini," ujar dia. Lanjutnya, pelaksanaan IPRC ini diharapkan dapat melahirkan komitmen keilmuan, untuk tetap menjaga nilai-nilai objektivitas ilmu pengetahuan dan keragaman pandangan dan perspektif.


"Pada sisi yang lain, IPRC ini diharapkan dapat mempertemukan para kolega akademisi di Asia Tenggara untuk sama-sama merajut ukhuwah-akademik, berkolaborasi bersama untuk riset dan publikasi di masa depan. Semoga melalui IPRC ini IAIN Manado bisa terus berkontribusi dalam mewujudkan kebhinekaan di bumi pertiwi," ujarnya. (Tribunmanado.co.id/Handhika Dawangi)


Sumber:

http://manado.tribunnews.com/2018/04/07/iain-manado-dukung-program-pemerintah-dengan-seminar-internasional

Gelar IPRC, IAIN Manado Hadirkan Pembicara dari Malaysia dan Thailand

diposting pada tanggal 20 Apr 2018 21.41 oleh Ardianto Tola   [ diperbarui20 Apr 2018 21.56 ]

Manado, detiKawanua.com - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado melalui Program Pascasarjana menggelar International Postgraduate Research Confrence (IPRC), Jumat (06/04/2018).

Kegiatan yang akan dilaksanakan selama 3 hari (6-8 April) di Hotel Sintesa Peninsula Manado ini, dibuka secara resmi oleh Walikota Manado yang diwakili Drs Hery Saptono selaku Staf Ahli Walikota Manado Bidang Keuangan, Ekonomi dan Pembangunan.

Rektor IAIN Manado yang diwakili Direktur Pascasarjana, Dr Rivai Bolotio MPd, dalam sambutannya mengatakan, IAIN Manado merasa terpanggil untuk menunjukkan upaya yang serius dalam proses merajut kebhinekaan dan menghargai HAM dalam berbagai bidang. Upaya relevan yang dapat ditempuh di antaranya dengan mengadakan IPRC (International Postgraduate Research Confrence) ini.

"IAIN Manado merupakan salah satu perguruan tinggi keagaman Islam Negeri yang memiliki konsen terhadap upaya perdamaian dan penghormatan terhadap HAM. Hal ini dilakukan dalam rangka membentuk institusi pendidikan yang berkualitas, berintegritas, dan peduli terhadap permasalahan sosial," ujar Bolotio.

Lanjutnya, karena itu IAIN Manado menilai, bahwa perguruan tinggi memiliki peran untuk merespon secara kritis tentang fenomena isu dan maraknya berbagai ketegangan konflik dan kekerasan berdimensi keagamaan dan keyakinan yang berkembang saat ini. 

"Keragaman agama dan budaya tentu menjadi fenomena yang tidak bisa kita hindari. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban perguruan tinggi terutama IAIN Manado,

untuk mengambil posisi dan sikap akademik-intelektual untuk menjaga keutuhan dan memastikan keberlangsungan keragaman tersebut tanpa ada gangguan dan ancaman, baik dari dalam maupun dari luar," jelasnya.

International Postgraduate Research Conference (IPRC) dilaksanakan sebagai wujud kolaborasi program pascasarjana untuk bekerjasama dan saling membantu. Sehingga dengan wahana IPRC akan menjadi bagian dari pengembangan akademik dan penguatan kapasitas kelembagaan.

"Tentu, pelaksaan IPRC ini diharapkan dapat melahirkan komitmen keilmuan, untuk tetap menjaga nilai-nilai objektivitas ilmu pengetahuan dan keragaman pandangan dan perspektif. Pada sisi yang lain, IPRC ini diharapkan dapat mempertemukan para kolega akademisi di Asia Tenggara untuk sama.sama merajut ukhuwah-akademik, berkolaborasi bersama untuk riset dan publikasi di masa depan, pungkasnya.

Sementara Dr Ardianto MPd selaku Ketua Panitia, mengatakan, IPRC 2018 di Manado ini menghadirkan Keynote Speaker dari dua negara, yaitu Prof Sukree Langputeh (Fatoni University Thailand) dan Prof Afandi Salleh (Sultan Zaenal Abdin University, Malaysia).

"Selamat berkonfrensi, selamat menikmati indahnya kota Manado. Torang samua basudara. Semoga melalui IPRC ini IAIN Manado bisa terus berkontribusi dalam mewujudkan kebhinekaan di bumi pertiwi," singkatnya. 

Diketahui, IPRC diawali dengan inisiasi IAIN Manado, STAIN Sorong, dan Universitas Airlangga. IPRC menjadi wahana kerjasama lintas perguruan tinggi dalam kaitan program pascasarjana.

Tahun 2018 ini, bekerjasama dengan SEAAM (Southeast Asian Academic Mobility), IPRC diikuti oleh Hongaria University, UNIMA Manado, IAIN Sultan Amai Gorontalo, IAIN Palopo, IAIM (Istitut Agama Islam Muhammadiyah) Sinjai, Universitas Islam Muhammadiyah Jakarta, Universitas Airlangga Surabaya, STAIN Sorong Papua Barat, IAIN Pare-Pare, dan IAIN Ternate. 

(Indra) 

Dipostkan oleh Info detiKawanua | Jumat, 06 April 2018 headlinemanadoMancanegaraNasional,pendidikansosialbudaya



Sumber:

http://www.detikawanua.com/2018/04/gelar-iprc-iain-manado-hadirkan-pembicara-internasional.html

http://www.turungka.id/2018/04/gelar-iprc-iain-manado-hadirkan.html

http://www.konfrontasi.com/content/budaya/gelar-iprc-iain-manado-hadirkan-pembicara-dari-malaysia-dan-thailand





IAIN Manado dan STAIN Sorong Kolaborasi dengan Universitas Malaysia

diposting pada tanggal 4 Jan 2018 07.44 oleh Pascasarjana IAIN MANADO

Manado,inspirasisulawesi.com – Dimulai dengan pertemuan di Universiti Kebangsaan Malaysia bertempat di Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan (FSSK), IAIN Manado dan STAIN Sorong merintis kolaborasi dengan perguruan tinggi se Asia Tenggara.

Dekan FSSK, Prof. Dr. Ekhwan Toriman yang menerima rombongan bersama dengan wakil dekan bidang pascasarjana dan hubungan internasional FSSK, menyampaikan sambutan agar jalinan kolaborasi bisa berkelanjutan.

Untuk itu, Dr. Rivai Bolotio, direktur pasca sarjana IAIN Manado mengemukakan, hasrat kerjasama dalam bidang pengembangan akademik.

Selanjutnya, IAIN Manado secara intensif akan mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan antarbangsa.

Dr. Rivai Bolotio menyampaikan, pengembangan akademik IAIN Manado yang bertransformasi dari STAIN Manado ke IAIN Manado, untuk memfasilitasi pengembangan mahasiswa dan diadakan International Postgraduate Research Conference.

Dr. Rivai juga mengemukakan persiapan dalam beberapa hal untuk menerima dosen tamu dari Universitas Kebangsaan Malaysia

Sementara itu, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., sekretaris pasca sarjana STAIN Sorong, Papua Barat, yang turut dalam diskusi tersebut menyampaikan kan beberapa kolaborasi yang memungkinkan dilaksanakan bersama.

Sejak berdiri tahun lalu pasca sarjana STAIN Sorong sudah menera dua angkatan dalam program studi pendidikan agama Islam.IAIN Manado dan STAIN Sorong bersama-sama mengembangkan program untuk memfasilitasi mahasiswa pascasarjana dalam menulis dan melakukan publikasi. Dengan rintisan ini akan menjadi sarana dalam membentuk jaringan akademik seAsia Tenggara.

Kesempatan kunjungan ini merupakan rintisan STAIN Sorong dalam hal kolaborasi perguruan tinggi. Dengan distingsi kepemimpinan transformatif, pasca STAIN Sorong akan menjadi bagian dalam pengembangan keilmuan yang tidak terbatas pada wilayah Papua dan Papua Barat. Secara luas perlu dikembangkan ke kawasan Asia Tenggara.

Sumber: https://kabarberitasulawesi.wordpress.com/2016/09/25/iain-manado-dan-stain-sorong-kolaborasi-dengan-universitas-malaysia/

IAIN Kendari dan IAIN Manado Pertahankan Jejaring Kerjasama Regional

diposting pada tanggal 4 Jan 2018 06.13 oleh Pascasarjana IAIN MANADO

Dimulai dari International Postgraduate Research Conference (IPRC) yang bertempat di IAIN Manado, November 2016, selanjutnya menyepakati tindak lanjut kegiatan dalam International Conference on Islam and Local Wisdom (ICLAW) di IAIN Kendari.

Dengan selesainya kegiatan ICLAW 2017, baik IAIN Kendari maupun IAIN Manado senantiasa berusaha tetap mempertahankan jejaring kerjasama perguruan tinggi keagamaan. Bahkan mulai menjajaki kerjasama tidak saja di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam saja tetapi juga menjangkau Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mataram.

Kehadiran kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAHN Mataram dalam kegiatan ICLAW 2017 sebagai sebuah upaya untuk mempertahankan jejaring di tingkat regional. Sehingga kerjasama Asia Tenggara dapat disinergikan dengan perguruan tinggi di kawasan ini.

Dr. Rivai Bolotio, direktur Pasca Sarjana IAIN Manado menegaskan bahwa momentum Masyarakat Ekonomi Asia Tenggara (MEA) akan lebih bagus jika disinergikan dengan keperluan perguruan tinggi. Sehingga sejak awal, perguruan tinggi turut berkontribusi dalam pengembangan masyarakat. Begitu pula dengan integrasi kurikulum dalam pendidikan tinggi dengan dinamika masyarakat.

Dalam kesempatan ICLAW 2017 juga ditandatangani nota kesepahaman dengan Fatoni University, Thailand. Dalam kesempatan tersebut hadir juga IAIN Gorontalo, STAIN Watampone, Universitas Muhammadiyah Parepare, STAI Al-Furqan, Makassar; dan STAIN Sorong. ***

Sumber: https://ujungkota.com/2017/04/27/iain-kendari-dan-iain-manado-pertahankan-jejaring-kerjasama-regional/

IAIN Manado dan Malaysia Kembangkan Akademik

diposting pada tanggal 4 Jan 2018 06.03 oleh Pascasarjana IAIN MANADO   [ diperbarui 4 Jan 2018 06.30 oleh Ardianto Tola ]

MANADO – Direktur Pascasarjana IAIN Manado, Dr Rivai Bolotia, membuka International Postgraduate Research Conference (IPRC) di Auditorium Pascasarjana IAIN Manado, Sabtu 12 November 2016.

Tujuan dilaksanakannya gagasan IPRC untuk menjadi wahana bagi mahasiswa pascasarjana dalam pengembangan akademik.

Rivai Bolotia dalam sambutannya mengatakan, IPRC dilaksanakan untuk membangun kapasitas mahasiswa dalam interaksi antarbangsa. Sehingga mahasiswa pada saatnya nanti, tidak tergantung hanya pada wilayahnya masing-masing.

"Mahasiswa juga bisa menjangkau wilayah lain dalam pengembangan kapasitas. Harapannya mahasiswa bisa menjadi subyek dalam pergaulan hidup masyarakat ekonomi Asean," ungkapnya saat membuka IPRC.

Ada 12 perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia akan berkolaborasi dalam kegiatan tersebut. Turut hadir Guru Besar Universitas Sultan Zainal Abidin Malaysia, Muhammad Afandi Saleh.

Acara ini rencananya bakal berlangsung selama dua hari dimulai hari ini, Sabtu 12 November 2016 hingga besok 13 November 2016, yang diikuti sebanyak 175 orang menjadi anggota konsorsium dari 12 perguruan tinggi. (C)

Sumber: https://makassar.terkini.id/iain-manado-dan-malaysia-kembangkan-akademik/

IAIN Manado dan STAIN Sorong Tindaklanjuti MoU

diposting pada tanggal 4 Jan 2018 05.57 oleh Pascasarjana IAIN MANADO

Direktur Pascasarjana IAIN Manado, Dr. Rivai Bolotio dan Kepala Pusat Penjaminan Mutu STAIN Sorong bersama-sama dengan Pusat Islam Universitas Sultan Zainal Abidin, Trengganu Malaysia mengadakan diskusi dalam workshop untuk menindaklanjuti MoU yang sudah ditandatangani sebelumnya di Makassar bulan Mei lalu.

Dalam kunjungan selama dua hari di UniSZA, IAIN Manado dan STAIN Sorong mengupayakan kerjasama yang sudah ada dalam bentuk penelitian bersama dapat dilanjutkan dengan kegiatan berikutnya.

Beberapa hal yang akan dilakukan antara lain pertukaran mahasiswa dan juga kegiatan bersama. Kegiatan terdekat adalah International Postgraduate Research Conference di Manado pada bulan November.

Dalam kunjungan tersebut juga melakukan pertemuan dengan dekan Fakultas Hukum dan Hubungan Internasional. Dalam pertemuan tersebut, wakil dekan FHHI UniSZA bersedia narasumber dalam kegiatan IPRC.

DR. Rivai Bolotio selaku pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa prakarsa IPRC sebagai kegiatan yang difokuskan untuk mahasiswa pasca dalam pengembangan akademik.

Sumber: https://garisdepan.id/iain-manado-dan-stain-sorong-tindaklanjuti-mou/

16 Kampus dari Indonesia-Malaysia Deklarasikan Southeast Asia Academic Mobility di Manado

diposting pada tanggal 15 Des 2017 03.48 oleh Ardianto Tola   [ diperbarui4 Jan 2018 06.39 ]

TRIBUN-TIMUR.COM-Program Pascasarjana IAIN Manado menjadi tuan rumah International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2016 yang dilaksanakan kali pertama diadakan dengan kolaborasi IAIN Manado, STAIN Sorong, Universitas Airlangga, dan Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia.

Sementara itu, 16 perguruan tinggi yang hadir di IPRC menyepakati untuk membentuk SEAAM sebagai wadah yang akan dilaksanakan sepanjang 2017 yang akan datang. Selanjutnya IPRC akan menjadi salah satu bagian dari aktivitas SEAAM.

Rektor IAIN Manado, Dr Hj Rukmina Gonibala MSi, dalam kesempatan tersebut mengemukakan, inisiatif ini menjadi awal untuk melakukan kolaborasi antarbangsa. Sebagaimana keberadaan perguruan tinggi yang menjadi dinamisator bagi kemajuan masyarakat yang memerlukan penelitian, maka studi-studi keagamaan tidak hanya sampai pada publikasi saja.

Direktur PPs IAIN Manado, Dr H Rivai Bolotio menambahkan, deklarasi tersebut merupakan bagian dari pengembangan akademik dan penguatan kapasitas kelembagaan.

Dalam kesempatan tersebut hadir perguruan tinggi lintas wilayah. Bersama-sama dengan IAIN Manado hadir pula IAIN Gorontalo, IAIN Palangka Raya, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Sam Ratulangi,  dan STAIN Sorong,

Hadir pula Universitas Kanjuruhan Malang, Universiti Sultan Zainal Abidin, Universiti Utara Malaysia, Universitas Muhammadiyah Makassar, dan STISIP Amal Ilmiah YAPIS Wamena.

Sementara itu panitia pelaksana kegiatan IPRC, Dr H Ahmad Rajafi menyatakan kegiatan ini sebagai ikhtiar pascasarjana IAIN Manado untuk memberikan ajang mahasiswa pascasarjana dalam mempresentasikan hasil penelitian yang mereka lakukan.

Selain itu sebagai wadah bagi mahasiswa memiliki kesempatan untuk berdiskusi dengan kolega mereka dari sesama mahasiswa pascasarjana.(*)


Sumber:
http://makassar.tribunnews.com/2016/11/13/16-kampus-dari-indonesia-malaysia-deklarasikan-southeast-asia-academic-mobility-di-manado
https://www.beritafajar.co/2016/11/16-perguruan-tinggi-indonesia-malaysia.html
https://garisdepan.id/16-perguruan-tinggi-indonesia-malaysia-deklarasikan-southeast-asia-academic-mobility-seaam/
https://makassar.terkini.id/16-perguruan-tinggi-indonesia-malaysia-deklarasikan-southeast-asia-academic-mobility-seaam/
https://makassar.terkini.id/16-perguruan-tinggi-indonesia-malaysia-deklarasikan-southeast-asia-academic-mobility-seaam/
https://makassar.antaranews.com/berita/78657/16-perguruan-tinggi-indonesia-malaysia-deklarasi-seaam
http://www.indikatormalang.com/2016/11/perguruan-tinggi-indonesia-malaysia.html

Pascasarjana IAIN Manado Laksanakan Kuliah Tamu

diposting pada tanggal 15 Des 2017 03.37 oleh Ardianto Tola   [ diperbarui 22 Jan 2018 00.21 oleh Pascasarjana IAIN MANADO ]

Dihadiri mahasiswa pascasarjana IAIN Manado, Prof. Rohizani Yaakub, dosen Universiti Sains Malaysia, melaksanakan kuliah tamu bertempat di gedung pascasarjana IAIN Manado (23/9). Dengan empat program studi yang ada di pascasarjana IAIN Manado, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melakukan pengembangan keilmuan.

Dalam kesempatan kuliah tamu tersebut, Prof. Rohizani menyampaikan beberapa pandangan tentang pola pengembangan dalam proses penulisan akademik. Dengan pengalaman Universiti Sains Malaysia, bisa menjadi sarana untuk saling bertukar informasi termasuk untuk pengembangan tri dharma perguruan tinggi.

Acara tersebut dibuka Rektor IAIN Manado yang diwakili oleh Wakil Rektor bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Manado. Dalam kesempatan tersebut, wakil rektor menyampaikan bahwa ini merupakan program kerjasama yang dikembangkan IAIN Manado dengan pelbagai perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara. Sejauh ini, merupakan tahun kedua kerjasama pengembangan kerjasama dengan perguruan tinggi di Malaysia.

IAIN Manado telah melaksanakan kerjasama dengan Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia; dan Universiti Sains Malaysia. Dengan kerjasama tersebut akan menjadi peluang dalam membentuk atmosfer akademik di IAIN Manado. Baik mahasiswa dan dosen, mereka akan saling bekerjasama dalam menjalankan program-program pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat.

Pada kesempatan sebelumnya, pascasarjana IAIN Manado menjadi tuan rumah International Postgraduate Research Conference (IPRC) untuk kali pertama di tahun 2016. Kesempatan tersebut menjadi awal kolaborasi Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM). Direktur pascasarjana IAIN Manado, Dr. H. Rivai Bolotio menyampaikan bahwa secara berkelanjutan pascsarjana IAIN Manado berupaya untuk terus mempertahankan kerjasama dengan perguruan tinggi yang juga melaksanakan program pascasarjana sehingga kuliah tamu seperti ini dilaksanakan secara terprogram.

Sumber:

https://seaam.net/2017/09/23/pasca-sarjana-iain-manado-laksanakan-kuliah-tamu/

https://kl.antaranews.com/berita/1769/dosen-malaysia-kuliah-tamu-di-iain-manado

IAIN Manado dan STAIN Sorong Kembangkan Kerja Sama Asia Tenggara

diposting pada tanggal 15 Des 2017 02.25 oleh Pascasarjana IAIN MANADO   [ diperbarui4 Jan 2018 06.00 ]

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- IAIN Manado dan STAIN Sorong menapak kerja sama lintas negara di Asia Tenggara. Kerja sama dimulai dengan pertemuan di Universiti Kebangsaan Malaysia bertempat di Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan (FSSK). Sejumlah poin kerja sama dibahas.

Dekan FSSK, Prof Dr Ekhwan Toriman yang menerima rombongan bersama dengan wakil dekan bidang pascasarjana dan hubungan internasional FSSK, Sabtu (24/9) menyampaikan sambutan agar jalinan kolaborasi bisa berkelanjutan. Direktur pasca sarjana IAIN Manado, Dr. Rivai Bolotio mengemukakan hasrat kerja sama bisa terjalin dalam bidang pengembangan akademik.

Selanjutnya, IAIN Manado secara intensif akan mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan antarbangsa. Sementara itu, Sekretaris pascasarjana STAIN Sorong, Ismail Suardi Wekke, Ph.D, yang turut dalam diskusi tersebut menyampaikan beberapa kolaborasi yang memungkinkan dilaksanakan bersama.

IAIN Manado dan STAIN Sorong bersama-sama mengembangkan program untuk memfasilitasi mahasiswa pascasarjana dalam menulis dan melakukan publikasi. Dengan rintisan ini akan menjadi sarana dalam membentuk jaringan akademik se Asia Tenggara. Sedangkan untuk memfasilitasi pengembangan mahasiswa akan diadakan International Postgraduate Research Conference.

Dr. Rivai juga mengemukakan persiapan dalam beberapa hal untuk menerima dosen tamu dari Universitas Kebangsaan Malaysia. Begitu juga dengan STAIN Sorong, Papua Barat. Sejak berdiri tahun lalu, pascasarjana STAIN Sorong sudah menera dua angkatan dalam program studi pendidikan agama Islam. Dengan distingsi kepemimpinan transformatif, pascasarjana STAIN Sorong akan menjadi bagian dalam pengembangan keilmuan yang tidak terbatas pada wilayah Papua dan Papua Barat. Secara luas, arah akademik dapat dikembangkan ke kawasan Asia Tenggara.

Sumber:
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/16/09/25/oe136j365-iain-manado-dan-stain-sorong-kembangkan-kerja-sama-asia-tenggara

1-10 of 10