Arsip‎ > ‎Berita‎ > ‎

IAIN Manado Dukung Program Pemerintah dengan Seminar Internasional

diposting pada tanggal 20 Apr 2018 22.06 oleh Ardianto Tola   [ diperbarui20 Apr 2018 22.08 ]
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado menggelar seminar lintas perguruan tinggi di Indonesia yakni International Postgraduate Research Conference (IPRC).


"IPRC ini dibuka oleh wali kota Manado diwakili oleh Staf Ahli Bidang Keuangan ekonomi dan pembangunan Drs Heri Saptono. Dimulai 6 April 2018 hingga hari ini di Sintesa Peninsula," ujar Dr Ardianto MPd, Ketua Panitia IPRC 2018, yang juga Ketua Prodi Pascasarjana IAIN Manado kepada TribunManado.co.id, Sabtu (7/4/2018) siang.


Dr Ardianto MPd mengatakan, IPRC ini digelar untuk menghimpun berbagai hasil penelitian yang dilaksanakan dosen dan mahasiswa khususnya pascasarjana yang berkaitan dengan studi islam, studi ilmu sosial, dan multikulturalisme. Dengan kegiatan ini, lanjut Dr Ardianto MPd, diharapkan peserta baik dosen maupun mahasiswa akan memperoleh simpul pemikiran dan hasil penelitian empiris terkait dengan studi islam, studi ilmu sosial dan multikulturalisme.


"Bagi mahasiswa nantinya memiliki keahlian terutama di dalam mempresentasikan hasil penetilian di forum internasional yang output-nya, dapat diterbitkan dalam Prosiding (kumpulan makalah seminar yang telah dibukukan)," kata dia. Dia menambahkan, untuk dosen yaitu menjadi forum untuk menyampaikan hasil penelitiannya sehingga dapat menjadi bahan kajian, untuk pengembangan keilmuan dan sebagai wadah untuk sharing dengan akademisi lintas perguruan tinggi.


Kegiatan IPRC sudah secara rutin dilaksanakan setiap tahun sejak 2016 dengan menghadirkan narasumber dari berbagai peguruan tinggi di luar Manado bahkan dari luar negeri. "Narasumber antara lain dari Malaysia, Thailand, dan dari berbagai perguruan yang ada di Indonesia," ujar Dr Ardianto MPd.


Ada 50 narasumber yakni dari University Zainal Abidin Malaysia, Fatoni Universiti Thailand, Universitas Airlangga, UIN Antasari Banjarmasin, UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Negerianado, IAIN Palopo,IAIN Ternate, IAIN Gorontalo, IAIN Pare-pare, STAIN Sorong, Universitas Haluloe Kendari, STAIN Bangkabelitung, Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Palopo, dan IAIN Manado.

Jumlah peserta yang ikut yaitu 200 mahasiswa dari Manado.


Dr Ardianto MPd menambahkan kegiatan ini juga untuk mendukung program pemerintah terutama hubungannya dengan upaya menemukan modal sosial, membangun multikultiralisme di Sulut dan Manado khususnya.


Rektor Institut Islam Negeri Manado Dr Hj Rukmina Gonibala dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur PascasarjanaIAIN Manado Dr Rivai Bolotio MPd mengatakan, IAIN Manado menilai bahwa perguruan tinggi memiliki peran untuk merespon secara kritis tentang fenomena isu dan maraknya berbagai ketegangan konflik dan kekerasan berdimensi keagamaan dan keyakinan yang berkembang saat ini.


"IAIN Manado merasa terpanggil untuk menunjukkan upaya yang serius dalam proses merajut kebinekaan dan menghargai HAM dalam berbagai bidang. Upaya relevan yang dapat ditempuh di antaranya dengan mengadakan IPRC-International Postgraduate Research Confrence ini," ujar dia. Lanjutnya, pelaksanaan IPRC ini diharapkan dapat melahirkan komitmen keilmuan, untuk tetap menjaga nilai-nilai objektivitas ilmu pengetahuan dan keragaman pandangan dan perspektif.


"Pada sisi yang lain, IPRC ini diharapkan dapat mempertemukan para kolega akademisi di Asia Tenggara untuk sama-sama merajut ukhuwah-akademik, berkolaborasi bersama untuk riset dan publikasi di masa depan. Semoga melalui IPRC ini IAIN Manado bisa terus berkontribusi dalam mewujudkan kebhinekaan di bumi pertiwi," ujarnya. (Tribunmanado.co.id/Handhika Dawangi)


Sumber:

http://manado.tribunnews.com/2018/04/07/iain-manado-dukung-program-pemerintah-dengan-seminar-internasional

Comments