December 17, 2015

Etika Akademik

Etika Akademik

Etika akademik merupakan standar perilaku akademik berupa seperangkat nilai dan norma yang dijadikan acuan dalam bersikap dan berperilaku baik bagi mahasiswa, dosen/pembimbing dan pengelola program pascasarjana dalam setiap aktifitas akademik seperti perkuliahan, penelitian dan publikasi, penggunaan gelar akademik dan sebagainya.

Etika akademik mengandung nilai-nilai universal yang berkaitan dengan kejujuran, keterbukaan, objektifitas, saling menghormati dan tidak berlaku diskrimatif. Kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik yang dimiliki civitas akademika sebagai wujud keinginan untuk belajar dan berkembang, juga harus menjunjung tinggi etika akademik yang dianut oleh masyarakat akademik. Warga kampus sebagai bagian dari masyarakat akademik wajib memiliki integritas akademik yaitu sikap dan perilaku menjunjung tinggi etika akademik secara konsisten dalam setiap aktifitas akademik.

Setiap warga Program Pascasarjana IAIN Manado sebagai bagian masyarakat akademik harus terikat dan patuh terhadap etika akademik. Tindakan yang tidak sesuai dengan etika akademik dapat diklasifikasi sebagai tindakan tidak etis dan merupakan pelanggaran akademik yang dapat berakibat pada pemberian hukuman secara akademik.

Terdapat beberapa tindakan tidak etis atau pelanggaran etika akademik yang diatur di Program Pascasarjana IAIN Manado, yaitu:

  1. Adalah tindakan mengambil gagasan/pendapat/terminologi/ hasil temuan orang lain sebagian atau seluruhnya tanpa seizin pemiliknya atau tanpa mencantumkan sumber-sumber yang diacunya secara jujur dan tanpa mengikuti kaidah ilmiah.
  2. Karya ilmiah dibuat oleh orang lain. Dimaksudkan adalah, karya ilmiah berupa makalah, paper, tesis dan atau sejenisnya dibuatkan orang lain atas dasar kesukarelaan atau pemberian imbalan tertentu yang digunakan untuk kepentingan akademik mahasiswa yang bersangkutan.
  3. Kecurangan dalam ujian. Perbuatan ini merupakan tindakan sadar yang dilakukan peserta ujian untuk memperoleh hasil terbaik yang diraih bukan atas usaha atau kemampuannya sendiri. Misalnya, mencontoh hasil kerja milik orang lain, menggunakan atau mencoba menggunakan informasi dan peralatan bantuan studi lainnya yang tidak dizinkan dalam ujian atau tanpa izin dari dosen yang bersangkutan.
  4. Dimaksudkan adalah tindakan mengganti, meniru atau mengubah/memalsukan sesuatu untuk mendapatkan pengakuan sebagai sesuatu yang asli yang dilakukan dengan sengaja dan tanpa izin yang berwewenang.
  5. Dimaksudkan adalah tindakan memberi atau menerima imbalan uang, barang atau bentuk lainnya yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan akademik. Tindakan lainnya yang termasuk dalam kategori ini adalah usaha untuk mempengaruhi atau mencoba mempengaruhi orang lain baik dengan cara membujuk, memberi hadiah atau berupa ancaman dengan maksud mempengaruhi penilaian terhadap prestasi akademik.
  6. Adalah tindakan membeda-bedakan perlakuan terhadap individu atau kelompok yang berkepentingan dalam kegiatan akademik yang didasarkan pada pertimbangan faktor gender, agama, suku, ras, status sosial dan fisik seseorang atau atas dasar perasaan suka tidak suka sehingga menimbulkan keuntungan pada pihak tertentu dan kerugian pada pihak lainnya.
  7. Tindakan lainnya yang merupakan perbuatan terlarang dan dapat memiliki implikasi pada sanksi akademik antara lain (1) menyobek halaman buku perpustakaan dan memilikinya tanpa hak, merusak atau menghilangkan falisitas pendidikan lainnya, (2) tindakan yang dapat merendahkan martabat masyarakat akademik seperti menkonsumsi narkoba dan miras, melakukan tindakan asusila dan sejenisnya. Untuk tindakan kedua ini penanganannya dilakukan menurut peraturan dan ketentuan yang berlaku di negara Indonesia.