Galeri‎ > ‎

Dokumentasi


Awali Perkuliahan Semester Genap dengan Kuliah Tamu

diposting pada tanggal 22 Mar 2018 09.05 oleh Pascasarjana IAIN MANADO   [ diperbarui22 Mar 2018 09.13 ]

IAIN Manado - Program Pascasarjana IAIN Manado dalam rangka mengawali perkuliahan semester genap tahun akademik 2017-2018 melaksanakan kuliah tamu dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Fritz Shculze, guru besar dari Georg-August-Universität Göttingen Jerman, Kuliah tamu yang dilaksanakan di Aula Program Pascasarjana pada Kamis (22/3/2018) itu diikuti oleh mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Manado yang berasal dari empat program studi, yaitu program studi Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Ekonomi Syariah, dan Hukum Keluarga. 

Dalam kuliahnya, Prof. Fritz yang didampingi oleh Direktur Program Pascasarjana, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd, menekankan pentingnya proses dialog dalam membangun hubungan antar dan intra agama yang lebih sehat, dinamis, berkualitas, dan manusiawi yang penuh dengan semangat toleransi dan pluralisme. Bagi Prof. Fritz, dialog antar dan intra agama di Indonesia lebih maju dibandingkan dengan negara-negara lain. Hal ini sangat kontras terjadi di negara-negara Kawasan Timur Tengah, misalnya. Dan, karena itu ia menilai tidak berjalannya proses dialog ini merupakan penyebab utama kegagalan perdamaian sosial di Timur Tengah. 

Menurutnya, materi dalam dialog tidak hanya hanya mengungkap persamaan (similarities), tetapi juga perbedaan (differences) masing-masing kelompok
agama baik menyangkut nilai, wawasan, dan pemahaman keagamaan dengan dilandasi semangat saling menghargai. 

Dialog juga bukan hanya terbatas pada percakapan melainkan juga perbuatan, misalnya tindakan antar kelompok agama untuk melakukan aksi-aksi kemanusiaan seperti kolaborasi lintas-agama untuk menangani kemiskinan, kelaparan, bencana alam, dan problem sosial dan ekonomi yang dihadapi oleh warga negara. 

“Dialog agama harus menjadi medium budaya--bukan alat politik--untuk membangun hubungan jangka panjang antar pemeluk agama yang dilandasi semangat saling memahami dan menghargai perbedaan dan keunikan masing-masing umat beragama”, tegasnya. 

Menjawab pertanyaan salah satu mahasiswa, Wahyuningsih Sutrisno, S.Pd, yang juga merupakan Sekretaris Forum Mahasiswa Pascasarjana IAIN Manado tentang larangan berjilbab di negara-negara Eropa, Prof. Fritz dengan lugas menjelaskan bahwa saat ini situasinya sudah jauh lebih maju. “Di Jerman, misalnya, tidak ada larangan bagi wanita muslim untuk berjilbab, terkecuali pada profesi hakim dan jaksa karena seorang hakim dan jaksa dituntut untuk bersikap netral dan tidak memihak”, lanjut Prof. Fritz. 

Lebih jauh, Prof. Fritz yang sudah sering berkunjung ke Indonesia itu mengungkapkan bahwa di hampir setiap negara bagian di Jerman terdapat komunitas muslim dan mereka memiliki hak dan kebebasan yang sama dengan warga negara Jerman lainnya dalam menjalankan kebiasaan-kebiasaan dalam tradisi agama yang dianut termasuk dalam hal busana jilbab bagi perempuan muslim. 

Soal kecenderungan ilmuan Indonesia dalam bidang pengkajian Islam untuk belajar ke Timur Tengah  yang juga ikut dipertanyakan oleh salah seorang dosen, Zainuddin Zoga, Kandidat Doktor Bahasa Arab UIN Alauddin Makassar, ditanggapi oleh Prof. Fritz bahwa  Indonesia memiliki banyak ilmuan dalam bidang pengkajian Islam yang memiliki reputasi international dan mereka-mereka itu belajar di Amerika dan Eropa.   

Di akhir kuliahnya, Prof. Fritz yang sangat piawai menjelaskan problem sosial keagamaan di negara-negara Timur Tengah menekankan bahwa dialog agama yang konstruktif dan produktif akan dapat menciptakan perdamaian global. "Dan, hal inilah yang merupakan masalah terbesar yang dihadapi oleh negara-negara seperti Irak, Iran, Mesir, Suriah, dan Palestina", jelasnya.  (at)

Mahasiswa IAIN Manado Terima Kuliah Umum Professor Asal Jerman

diposting pada tanggal 21 Mar 2018 19.35 oleh Pascasarjana IAIN MANADO   [ diperbarui22 Mar 2018 09.06 ]

IAIN Manado – Pengembangan wawasan keilmuan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado melalui kuliah umum dengan menghadirkan narasumber yang berasal dari dalam dan luar negeri merupakan program yang secara berkelanjutan dilaksanakan. Pada Sabtu (21/03/2018), IAIN Manado kembali menghadirkan Prof. Dr. Fritz Schulze, Guru Besar Georg-August-Universität Göttingen Jerman. Prof. Fritz yang concern meneliti pergerakan dan pemikiran Islam di Indonesia itu, membawakan materi kuliah umum bertajuk “Paradigma Sosial dalam Penelitian dan Perubahannya”. 

Dalam kuliah umumnya di hadapan mahasiswa S1 dan S2, Prof. Fritz menyampaikan perlunya pendekatan ilmu sosial secara interdisipliner dalam memecahkan permasalahan dalam masyarakat. Pendekatan yang dimaksud dapat berupa pendekatan bahasa, budaya, sosial, antropologi, dan lain-lain. “Dalam konteks penelitian sosial, pemahaman terhadap  budaya lokal dan budaya global sangat diperlukan”, tegasnya  

Kuliah umum yang berlangsung di Aula Rektorat IAIN Manado itu juga turut dihadiri oleh unsur pimpinan fakultas dan para dosen. Baik dosen maupun mahasiswa sangat antusias mengikuti kuliah umum Prof. Fritz yang didampingi oleh Direktur Program Pascasarjana, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd dan dipandu oleh Dr. Rosdalina Bukido, M.Hum. Hal tersebut tampak pada respon peserta kuliah umum pada sesi tanya jawab dimana para peserta aktif memberikan tanggapan dan pertanyaan. 

Menanggapi catatan salah seorang dosen, Dr. Arhanuddin Salim, alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang menyoal tentang relatif rendahnya produktivitas dan kualitas Islamic Studies di Indonesia terutama pasa aspek publikasi ilmiah, Prof. Fritz yang juga merupakan salah satu professor tamu pada Program Pascasarjana IAIN Manado mengungkapkan bahwa pada dasarnya Islamic Studies di Indonesia sangat maju dan cukup berkualitas. Persoalan mendasarnya menurut Prof. Fritz adalah substansi artikel hasil penelitian dan penguasaan bahasa Inggris yang perlu ditingkatkan dari para peneliti sehingga hasil penelitian di bidang Islamic Studies dan penelitian sosial lainnya dapat dipublikasi dan dibaca oleh akademisi dalam kanca internasional. 

Di akhir acara kuliah umum, Direktur Program Pascasarjana, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd., mewakili Rektor IAIN Manado menyerahkan cenderamata kepada Prof. Fritz yang disambut dengan senang hati dan menyampaikan terima kasih atas undangan IAIN Manado. (at)      

PELEPASAN WISUDAWAN PASCASARJANA

diposting pada tanggal 25 Feb 2018 07.18 oleh Pascasarjana IAIN MANADO   [ diperbarui25 Feb 2018 08.48 ]

IAIN MANADO - Program Pascasarjana IAIN Manado, usai pelaksanaan wisuda di tingkat institut yang dihelat pada Kamis (22/02/2018) pagi hingga siang hari, melanjutkan kegiatannya berupa pelepasan wisudawan dan ramah tamah yang dilaksanakan pada Kamis (22/02/2018) malam. Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Forum Mahasiswa Program Pascasarjana (Formapas) IAIN Manado itu dihadiri oleh para wisudawan program magister berserta keluarganya.

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Wahyuningsih Sutrisno, S.Pd.I dalam laporannya
menyampaikan bahwa kegiatan pelepasan wisudawan Program Pascasarjana ini terlaksana berkat dukungan para wisudawan yang secara penuh memberikan supporting pendanaan. Oleh karena itu, Wahyuningsih  yang juga merupakan sekretaris Forum Mahasiswa Program Pascasarjana (Formapas) IAIN Manado ini menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada para wisudawan yang telah menunjukkan kerja sama dan dukungannya.

Sementara itu, Ketua Forum Mahasiswa Program Pascasarjana (Formapas) IAIN Manado, Tawil Asraka, S.E dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan pelepasan wisudawan merupakan salah satu program Formapas yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wujud partisipasi mahasiswa dalam memberikan dukungan terhadap Program Pascasarjana. Selain itu, Tawil juga mengungkapkan bahwa kegiatan pelepasan wisudawan yang dirangkaikan dengan kegiatan ramah tamah ini merupakan ajang silaturahim di antara mahasiswa Program Pascasarjana terutama para lulusan atau alumni dengan mahasiswa yang sedang dalam proses penyelesaian studi. "Ke depan program Formapas akan lebih diorientasikan pada program-program yang mendukung sosialisasi dan pencapaian akreditasi program studi yang ada pada Program Pascasarjana", tegasnya.  

Dalam laporan akademik Program Pascasarjana yang disampaikan oleh Dr. Ardianto, M.Pd mewakili ketua program studi pada Program Pascasarjana diungkapkan bahwa persentase lulusan Program Pascasarjana pada tahun akademik 2017-2018 ini belum sesuai target yang diharapkan. Jika dilihat jumlah mahasiswa angkatan 2015-2016 yang ditargetkan selesai, data yang ada menunjukkan masih kurang dari 50% yang berhasil menyelesaikan studinya.

Direktur Program Pascasarjana, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada para wisudawan yang telah bersedia memberikan dukungan pendanaan sehingga kegiatan pelepasan wisudawan dan ramah tamah Program Pascasarjana dapat terlaksana. Ia juga secara khusus menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Formapas yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan.
Rivai Bolotio juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor IAIN Manado yang turut hadir dalam kegiatan pelepasan wisudawan dan ramah tamah Program Pascasarjana itu.  
  
Rektor IAIN Manado, Dr. Rukmina Gonibala, M.Si yang juga turut memberikan sambutan dalam kegiatan
pelepasan wisudawan dan ramah tamah Program Pascasarjana itu mengungkapkan keharuannya atas capaian Program Pascasarjana yang telah menghasilkan lulusan untuk 4 Program Studi yang ada. Pembukaan Program Studi Strata Dua yang awalnya disangsikan oleh banyak pihak, menurutnya telah menjadi pemicu semangat untuk terus bekerja secara maksimal, tulus dan ikhlas. Hasilnya, secara perlahan Program Pascasarjana telah menunjukkan capaiannya yang relatif menggemberikan. "Tantangan ke depan yang harus segera disikapi dengan tanggung jawab moral yang tinggi adalah reakreditasi program studi pada Program Pascasarjana yang harus sudah rampung dikerjakan tahun 2018 ini", tegasnya.

Rukmina Gonibala juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran di Program Pascasarjana bahwa agenda reakreditasi Program Studi Pendidikan Agama Islam yang saat ini sudah dalam proses di BAN-PT harus segera disusul oleh 3 Program Studi lainnya yaitu Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Program Studi Ekonomi Syariah, dan Program Studi Hukum Keluarga.

Dalam kegiatan pelepasan wisuda dan ramah tamah yang juga turut dihadiri oleh para dosen Program Pascasarjana itu juga diserahkan piagam penghargaan, antara lain piagam penghargaan sebagai alumni Program Pascasarjana, piagam penghargaan sebagai mahasiswa untuk kategori lulusan terbaik Program Pascasarjana yang diberikan kepada Saiful , M.Pd (Prodi MPI), piagam penghargaan sebagai mahasiswa untuk kategori lulusan terbaik Program Studi Pendidikan Agama Islam yang diberilan kepada Anis Rugaiyah, M.Pd, piagam penghargaan sebagai mahasiswa untuk kategori lulusan terbaik Program Studi Hukum Keluarga yang diberikan kepada Idham Paputungan, M.H, dan piagam penghargaan sebagai mahasiswa untuk kategori lulusan dengan ujian tesis terviral yang diberikan kepada Kalo Tahirun, M,H. Penghargaan pada kategori terakhir ini diberikan sebagai wujud penghargaan Program Pascasarjana kepada mahasiswa yang telah ikut berkontribusi memberikan sosialisasi Program Pascasarjana terhadap masyarakat luas melalui social media.

Kalo Tahirun yang mewakili wisudawan memberikan kesan dan pesan menyampaikan rasa terima kasihnya telah mendapatkan kesempatan menimba ilmu di Program Pascasajana IAIN Manado. Mewakili para wisudawan, ia mengisahkan lika-liku dan dinamika selama perkuliahan. Menurutnya, besar sekali jasa para dosen dalam menempa pendidikan bagi mahasiswa. Ia juga berjanji akan tetap memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan pada Program Pascasarjana melalui sosialisasi kepada masyarakat luas. (ar)
  
 

PASCASARJANA TELORKAN 34 LULUSAN

diposting pada tanggal 25 Feb 2018 05.42 oleh Pascasarjana IAIN MANADO   [ diperbarui25 Feb 2018 08.51 ]

IAIN Manado – Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado dari waktu ke waktu terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu unit penyelenggara pendidikan program strata dua (S-2) di IAIN Manado. Hal ini tampak dari keberhasilannya menelorkan 34 lulusan pada semester genap tahun akademik 2017-2018.

Lulusan yang berjumlah 34 itu sebelumnya telah disahkan melalui sidang yudisium pada Rabu (21/02/2018). Sidang yudisium yang bertempat di Ruang Aula Program Pascasarjana itu dipimpin Direktur Program Pasacasarjana IAIN Manado, Dr. Rivai  Bolotio, M.Pd. “Sidang yudisium ini merupakan pengesahan lulusan sebelum dikukuhkan oleh Rektor melalui wisuda  yang akan dilaksanakan di tingkat institut”, beber Rivai Bolotio. Lanjut dikemukakan bahwa dengan keberhasilan menelorkan 34 lulusan ini, maka Program Pascasarjana IAIN Manado hingga saat ini telah berhasil meluluskan sebanyak 61 lulusan setelah sebelumnya, tahun 2016, telah menghasilkan sebanyak 27 lulusan.  

Jika pada tahun 2016 yang lalu baru meluluskan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, tahun 2018 ini Program Pasacasarjana telah
berhasil meluluskan mahasiswa pada 4 Program Studi yang ada, yaitu masing-masing Program Studi Pendidikan Agama Islam sebanyak 8 lulusan, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam sebanyak 7 lulusan, Program Studi Ekonomi Syariah sebanyak 4 lulusan, dan Program Studi Hukum Keluarga sebanyak 15 lulusan.   

Dalam sidang yudisum yang berlangsung 1 hari jelang pelaksanaan wisuda IAIN Manado tahun 2018 diikuti oleh seluruh mahasiswa yang telah menempuh ujian tesis/gelar magister. Dari 34 mahasiswa yang telah menempuh ujian tesis/gelar magister, seluruhnya dinyatakan lulus dan telah disahkan melalui Keputusan Direktur Program Pasacasarjana IAIN Manado Nomor 24 Tahun 2018 tentang Yudisium Mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Manado Tahun Akademik 2017-2018.

Usai yudisum, 34 lulusan itu selanjutnya dikukuhkan pada Rapat Senat Terbuka. Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana Strata Satu (S-1) Strata Dua (S-2) itu berlangsung pada Kamis (22/02/2018) di Hotel Sutan Raja, Kalawat, Minahasa Utara. Rapat dipimpin Ketua Senat yang sekaligus Rektor IAIN Manado, Dr. Rukmina Gonibala, M.Si.

Pada Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda itu dikukuhkan sebanyak 447 lulusan, terdiri atas 40 lulusan pada Fakultas Syariah, 317 lulusan pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, 16 lulusan pada Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, 40 lulusan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, dan sebanyak 34 lulusan pada Program Pascasarjana.

Dalam laporan akademik, Dr. Rukmina Gonibala, M.Si selaku Rektor yang sekaligus Ketua Senat IAIN Manado mengungkapkan bahwa kegiatan Upacara Wisuda yang dilaksanakan hari ini merupakan  Upacara Wisuda Angkatan ke-3 setelah transformasi STAIN Manado menjadi IAIN Manado. Lanjut dikemukakan bahwa civitas akademika IAIN Manado layak bersyukur bahwa jumlah wisudawan dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan. "Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat khususnya masyarakat muslim Sulawesi Utara secara perlahan memiliki kepercayaan yang tinggi untuk memilih IAIN Manado sebagai pilihan tempat studi bagi anak-anak, generasi muda, generasi harapan bangsa dan agama", ungkapnya.

Dalam laporan akademiknya, Rukmina Gonibala yang merupakan rektor pertama IAIN Manado, juga melaporkan bahwa dengan bertambahnya lulusan semester genap tahun akademik 2017/2018 ini, maka IAIN Manado sampai dengan saat ini (sejak berdiri secara otonom pada tahun 1997 dengan status kelembagaan Sekolah Tinggi hingga hari ini telah bertransformasi menjadi IAIN) telah meluluskan sebanyak 2176 orang. Para lulusan tersebut telah mengabdi dan berkiprah dalam berbagai bidang, baik di sektor pemerintah, maupun sektor swasta di berbagai daerah di Indonesia.

Rukmina Gonibala yang merupakan lulusan doktor sosiologi Universitas Indonesia dalam laporan akademiknya juga mengungkapkan bahwa dalam pengembangannya di masa-masa mendatang, IAIN Manado akan terus diorientasikan untuk dapat dirasakan kemanfaatannya bagi semua orang dari berbagai latar belakang agama, budaya, dan bangsa. Oleh karena itu, lanjut dikemukakannya bahwa IAIN Manado telah menetapkan visinya sebagai kampus Multikultural-Transdisipliner dan berkomitmen untuk melahirkan generasi ulurrahmah, melahirkan generasi yang memiliki akhlak cinta dan kasih. Untuk cita-cita mulia ini, dilaporkan bahwa IAIN Manado saat ini sedang melaksanakan program character building melalui program Ma’had Kesantrian di mana seluruh mahasiswa baru wajib belajar (nyantri) di Ma’had dan mengikuti seluruh program yang disusun sesuai kurikulum pembelajaran di Ma’had (asrama). "Melalui program kesantrian dan pembelajaran yang berbasis Multikultural-Transdisipliner tersebut diharapkan akan tercipta karakter lulusan yang ulurrahmah", tegas Rukmina.

Wisuda yang turut dihadiri oleh para pejabat sipil, TNI, dan Polri itu juga diisi kegiatan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Delmus Puneri Salim, M.A., Ph.D. Dalam orasi ilmiahnya, Delmus yang meraih gelar Ph.D-nya pada Sydney University Australia itu membawakan orasi ilmiah bertajuk "Prinsip dan Nilai-nilai Universal Pendidikan Islam dalam Perubahan Global". Menurut Delmus, pemahaman yang sempit terhadap konsepsi pendidikan Islam selama ini memunculkan tantangan serius terhadap pendidikan Islam itu sendiri. Pertama, kepercayaan bahwa pendidikan islam itu bersumber dari ilmu pengetahuan masa lalu. Kedua, metode hafalan yang dominan. Ketiga, persiapan pengajaran atau pembelajaran yang oleh tenaga pendidik yang singkat. Dan, keempat, hukuman (sanksi) terhadap mahasiswa.

Untuk menjawab berbagai tantangan terhadap pendidikan Islam, Delmus dalam orasi ilmiahnya menawarkan solusi yang lebih substantif. Pertama, ilmu dan pengetahuan harus dipahami sebagai penolong jiwa, dan bukan sebagai beban. Kedua, ilmu pengetahuan juga harus dipandang sebagai sumber kebahagiaan. Ketiga, ilmu dan pengetahuan sebagai proses belajar terus menerus. Dan, keempat, ilmu dan pengetahuan pada prinsipnya bertujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat banyak. Oleh karena itu, Delmus menegaskan bahwa civitas akademika perguruan tinggi Islam yang berinteraksi dengan masyarakat harus memiliki nilai-nilai fundamental Islam seperti jujur, hidup sederhana, dan memiliki spiritual tinggi. (at)

UJIAN TESIS, PASCASARJANA HADIRKAN ELEMEN MASYARAKAT

diposting pada tanggal 14 Feb 2018 17.20 oleh Pascasarjana IAIN MANADO   [ diperbarui14 Feb 2018 19.26 ]

IAIN MANADO – Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado secara berkelanjutan terus berupaya membangun akuntabilitas
publik terhadap proses penyelenggaraan pendidikannya. Upaya tersebut salah satunya tampak pada penyelenggaraan ujian tesis/gelar magister yang berlangsung, Rabu (14/02/2018), di mana Program Pascasarjana mengundang berbagai elemen masyarakat untuk ikut serta menyaksikan proses pelaksanaan ujian tesis/gelar magister yang dilaksanakan oleh 3 (tiga) mahasiswa Program Studi Ahwal Syakshiyah (Hukum Keluarga) masing-masing Imran Mantau, Kalo Tahirun, dan Kamran Besse.

Imran Mantau yang tampil di awal berhasil mempertahankan tesisnya di hadapan dewan penguji yang terdiri dari Dr. Rivai Bolotio, M.Pd., Dr. Drs.
Naskur, M.HI., Dr Nasruddin Yusuf, M,Ag., Dr. Yasin, M.Si., Dr. Edi Gunawan. Imran yang merupakan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Tikala Kota Manado itu mengangkat topik penelitian “Dampak Perkawinan Tidak Tercatat bagi Masyarakat Muslim di Kota Manado Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 (Analisis Sosiologi Hukum)”. Dalam penelitiannya, Imran menyimpulkan bahwa perkawinan tidak tercatat bagi Masyarakat Muslim di Kota Manado terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain faktor poligami, tidak mendapat restu orang tua dan keluarga, dan ketidaksiapan secara sosial. Sedangkan, dampak perkawinan tidak tercatat bagi Masyarakat Muslim di Kota Manado, yaitu (1) perempuan pelaku perkawinan tidak tercatat (dari lelaki yang telah beristri) dikucilkan oleh masyarakat karena distigmakan sebagai ‘pelakor’, (2) terisolosi pergaulannya di masyarakat karena menjadi bahan pergunjingan masyarakat terutama bagi pihak perempuan, dan (3) dampak psikologis terhadap anak dari perkawinan tidak tercatat, dalam pergaulannya termarginalkan dan di sekolah kerap memperoleh stigma negatif.

Sementara itu, Kalo Tahirun, yang diuji oleh Dr. Rivai Bolotio, MPd., Dr. Drs. Naskur, M.HI, Dr. Nasruddin Yusuf, M.Ag, Dr. Edi Gunawan, M.HI, dan Dr. Rosdalina, M.Hum, tampil pada sesi kedua ujian tesis. Kalo yang merupakan Kepala Seksi Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Propinsi Sulawesi Utara itu berhasil mempertahankan tesisnya yang berjudul “Pengelolaan Zakat Produktif dalam Meningkatkan Kesejahteraan Mustahik di Propinsi Sulawesi Utara”. Melalui hasil penelitiannya, Kalo mengungkapkan bahwa pengelolaan zakat produktif pada Baznas Sulawesi Utara belum maksimal yang disebabkan antara lain oleh relatif masih rendahnya dana yang disalurkan yaitu baru berkisar 500 – 1 juta untuk setiap mustahik. Selain itu, sistem pengawasan yang dilakukan juga belum efektif.

Pernyataan peneliti yang akrab disapa Bang Kalo ini dipertanyakan oleh salah satu penguji, Dr. Edi Gunawan, M.HI. Menurut Edi, dengan besaran dana yang disalurkan, sangat kecil peluang mengubah status mustahik menjadi muzakki, sehingga target Baznas untuk memberdayakan dan meningkatkan kapasitas usaha penerima zakat produktif (mustahik) sulit tercapai. Ia menyarankan agar dilakukan inovasi penyaluran zakat produktif melalui insentif usaha produktif seperti menyiapkan fasilitas atau tempat usaha dengan sistem monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Strategi ini menurutnya dapat menjadi alternatif pola penyaluran zakat produktif untuk mendukung saah satu pilar program unggulan Baznas Sulawesi Utara yaitu Sulut Makmur.  

Kesimpulan lainnya yang terungkap dalam penelitian tesis Kalo Tahirun yang juga salah satu unsur pimpinan Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Utara ini ialah proporsi penyaluran zakat konsumtif lebih besar dibandingkan zakat produktif. Ke depan, disarankan bahwa Baznas Sulawesi Utara harus lebih memberdayakan zakat produktif sebagai perwujudan dari pelaksanaan UU Nomor 23 tahun 2011 Pasal 27 (a).

Mahasiswa yang tampil pada sesi ketiga ialah Kamran Besse yang mengangkat topik tesis “Status Anak Hasil Pernikahan Siri di Kota Bitung Pascaputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 046/PUU-VIII/2010”. Kamran berhasil mempertahankan tesisnya di hadapan dewan penguji tesis yang terdiri dari Dr. Rivai Bolotio, MPd., Dr. Drs. Naskur, M.HI, Dr. Yasin, M.Si, Dr. Edi Gunawan, M.HI, dan Dr. Musdalifah Dachrud, M.Si. Dalam penelitannya, Kamran menemukan bahwa tokoh agama dan masyarakat relatif belum mengetahui Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 046/PUU-VIII/2010 sehingga kurang memahami implikasi hukum dari putusan Mahkamah Konstitusi tentang status anak luar nikah yang memberikan hubungan keperdataan dengan ayah biologis dan keluarganya.

Ujian tesis oleh ketiga mahasiswa itu berlangsung dinamis disaksikan oleh berbagai elemen tokoh masyarakat dari
berbagai kalangan dan akademisi. Di antara berbagai elemen tokoh yang hadir antara lain Drs. Yusuf Otoluwa (Ketua Badan Wakaf Indonesia Propinsi Sulawesi Utara dan Ketua Yayasan As-Salam Manado), Agus A. Laiya, M.Kes (Ketua STIKES Muhammadiyah Manado), Sahrul Poli, S.E (Sekretaris Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Sulawesi Utara dan Gorontalo, dan Ketua PHBI Sulawesi Utara), Drs. Saiful Wongso (Kabid Bimas Islam Kemenag Propinsi Sulut dan Pengurus Dewan Masjid Indonesia Sulawesi Utara), Ketua MUI Minahasa Utara, Yasir Bachmid (Ketua Bakomubin Sulut), Fachruddin Noh, S.Ag., M.Pd (Komisioner KPU Sulut), Mustafa Marhaba (Baznas Propinsi Sulut), Muyassir, M.Pd (Pimpinan Pondok Pesantren Darul Istiqamah Manado), Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Mapanget, dan beberapa tokoh masyarakat lainnya.

Kalo Tahirun, yang sehari-hari aktif dalam organisasi sosial kemasyarakatan ini dalam sesi pemaparan hasil penelitian tesisnya mendapat sambutan dan pujian dari para audience yang hadir. Ia sangat piawai merespon pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para penguji. Dengan gaya bicaranya yang khas, Kalo mampu memberikan jawaban yang meyakinkan para penguji. Audience yang hadir pun kerap dibuat tertawa oleh jawaban-jawabannya yang diplomatis.

Popularitas Kalo Tahirun melalui sepak terjangnya dalam aktivitas sosial kemasyarakatan juga tampak dalam respon publik terhadap capaian pendidikannya. Ucapan selamat dari berbagai kalangan tampak menghiasi gedung Program Pascasarjana jelang pelaksanaan ujian tesis. Dari sederetan ucapan selamat yang ada, salah satunya datang dari Bupati Bolaang Mongodow Selatan, Herson Mayulu, SIP. Usai pelaksanaan ujian, Kalo yang ikut didampingi oleh istri dan keluarganya mengungkapkan perasaan terima kasihnya kepada Pimpinan Program Pascasarjana IAIN Manado, kepada para dosen, dan staf yang telah berjasa dalam pencapaian gelar akademiknya sebagai Magister Hukum. “Dengan peraihan gelar baru ini semoga saya dapat bermanfaat lebih maksimal bagi pemberdayaan umat khususnya umat Islam di Sulawesi Utara”, tuturnya.

Menanggapi kehadiran berbagai elemen tokoh publik pada ujian tesis yang dilaksanakan oleh mahasiswa a.n. Kalo Tahirun, dkk., Direktur Program Pascasarjana, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd. mengungkapkan bahwa langkah ini tercapai berkat kerja sama dan dukungan mahasiswa. "Dengan hadirnya tokoh-tokoh publik itu, kita telah menunjukkan bahwa Program Pascasarjana IAIN Manado berusaha membuka diri dan melibatkan publik dalam melakukan pengawasan terhadap proses-proses pendidikan yang kita lakukan", tegasnya. Lanjut dikemukakan bahwa dengan hadirnya berbagai kalangan tokoh masyarakat dan akademsi di luar IAIN Manado untuk ikut menyasikan proses ujian yang diselenggarakan, maka diharapkan public trust akan meningkat terhadap kelembagaan Program Pascasarjana IAIN Manado. "Selain itu, publik juga mempunyai kesempatan untuk ikut memberikan saran dan kritik demi pengembangan dan kemajuan pengelolaan pendidikan pada Program Pascasarjana IAIN Manado", lanjutnya.  (at)

Kendalikan Mutu, Format Pelaksanaan Ujian Tesis Diubah

diposting pada tanggal 8 Feb 2018 01.14 oleh Pascasarjana IAIN MANADO

IAIN Manado – Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado secara berkelanjutan melakukan pengendalian mutu akademik. Salah satunya adalah inovasi model pelaksanaan ujian tesis. Hal ini tampak dalam pelaksanaan ujian tesis yang digelar pada Rabu (07/02/2018) kemarin. Ujian tesis yang dilaksanakan dua mahasiswa dari program studi yang berbeda, yaitu Masda Mohamad (Prodi Manajemen Pendidikan Islam) dan Nuraini Rahayu  (Prodi Ekonomi Syariah), merupakan mahasiswa yang tampil dengan model ujian tesis yang baru.
Ujian dipimpin oleh Direktur Program Pascasarjana, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd. Hadir sebagai dosen penguji a.n. Masda Mohamad adalah Dr. Yasin, M.Si., Dr. Adri Lundeto, M.Pd.I, Dr. Dr. Rivai Bolotio, M.Pd, dan Dr. Ardianto, M.Pd yang juga bertindak sebagai sekretaris dewan penguji. Sedangkan, dosen penguji a.n. Nuraini Rahayu masing-masing Dr. Delmus Puneri Salim, Ph.D, Dr. Yusno Abdullah Otta, M.Ag, Dr. Edi Gunawan, dan Dr. Drs. Naskur, M.HI yang juga sekaligus bertindak sebagai sekretaris dewan penguji. 
Kedua mahasiswa yang diuji berhasil mempertahankan tesisnya dihadapan dewan penguji yang berlangsung dalam suasana akademik yang khidmat. Kedua mahasiwa yang turut didampingi oleh keluarga tampak sangat berbahagia. Usai pelaksanaan ujian, Masda Mohamad salah satu mahasiswa yang diuji menyampaikan bahwa prosesi ujian dengan model baru itu terasa sangat sakral dan agak menegangkan. “Berdiri di podium saat presentasi sungguh sangat menegangkan, tetapi saya sangat bersyukur karena dapat melalui semua tahapan ujian dengan baik”, ungkapnya. Sementara itu, Nuraini Rahayu  yang ikut didampingi oleh suami, anak-anak, orang tua, dan keluarganya tampil sangat elegan. Pertanyaan yang diajukan oleh para penguji dapat dijawab dengan baik. Bahkan, para penguji memuji kemampuan yang dimiliki oleh Nuraini Rahayu yang baru saja melahirkan putri keduanya.
Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Dr. Salma, M.HI yang ikut menyaksikan model prosesi ujian tesis mengapresiasi inovasi Program Pascasarjana. “Hal ini akan menjadikan proses ujian tesis berwibawa secara akademik”, katanya. 
Ujian tesis berakhir dengan ramah tamah berupa santap siang bersama sebagai ungkapan dan rasa syukur mahasiswa. Turut hadiri dalam ramah tamah tersebut Rektor IAIN Manado, Dr. Rukmina Gonibala. Rektor yang hadir didampingi Kepala Biro IAIN Manado dalam ramah tamah tersebut berpesan agar Program Pascasarjana secara berkelanjutan dan konsisten meningkatkan pengendalian mutu akademik. (it)   

Program Pascasarjana Selenggarakan Raker

diposting pada tanggal 6 Feb 2018 15.07 oleh Pascasarjana IAIN MANADO   [ diperbarui6 Feb 2018 23.42 ]

IAIN MANADO - Jelang Rapat Kerja (Raker) IAIN Manado yang dihelat pada 08 - 10 Februari 2018 mendatang, Program Pascasarjana IAIN Manado selenggarakan Raker, Selasa (6/2/2018), bertempat di ruang rapat Program Studi. Raker dipimpin oleh Direktur Program Pascasarjana dan diikuti oleh Ketua Program Studi, Pelaksana Tugas Kasubag TU Program Pascasarjana, Perwakilan Dosen, dan JFU. Mengevaluasi program kerja di tahun 2017, Direktur Program Pascasarjana, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd., menungkapkan bahwa pada dasarnya program kerja di tahun 2017 telah berjalan dengan baik. Beberapa program yang tidak terlaksana seperti International Conference disebabkan oleh adanya program efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga sehingga kegiatan skala internasional itu batal dilaksanakan pada tahun 2017. 

Namun demikian, untuk tahun 2017, tegas Direktur “Program Pascasarjana menginisiasi pelaksanaan kuliah tamu, yaitu: 

  1. Kuliah Tamu bertajuk “Multikultural-Transdisipliner: Penguatan Visi dan Orientasi Pengembangan Keilmuan IAIN Manado” dengan narasumber Prof. Fritz Schulze dari Georg August Universität, Gottingen, Jerman. 
  2. Kuliah Tamu dengan narasumber Prof. Rohizani Yaakub dari Universiti Sains Malaysia, Malaysia. 

Selain itu, tahun 2017 juga dilaksanakan kegiatan konsinyering penyusunan borang akreditasi program studi Pendidikan Agama Islam dan borang akreditasi Program Pascasarjana yang dokumen telah dikirim ke BAN-PT. 

Dalam Raker yang berlangsung terbatas juga berhasil dirumuskan time line kegiatan untuk tahun 2018. Program Akreditasi Program Studi di tahun 2018 ini masih merupakan prioritas Program Pascasarjana. “Kita berharap pada tahun 2018 ini, empat prodi yang ada, masing-masing Prodi PAI, MPI, AS, dan ES telah berhasil direakreditasi dengan nilai maksimal”, pungkas Direktur. 

Selain, reakreditasi Program Studi, tahun 2018 ini juga kembali diprogramkan kegiatan berskala internasional yaitu International Postgraduate Research Conference (IPRC) yang telah sukses dilaksanakan pada tahun 2016 lalu. Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan pada triwulan kedua sesuai time line kegiatan tahun 2018. 

Untuk rencana kerja tahun 2019, forum Raker Program Pascasarjana menyepakati beberapa program yang diusulkan menjadi program kerja Program Pascasarjana tahun 2019. Program Kerja tahun 2019 yang disepakati untuk diusulkan, yaitu:

  1. International Conference (program kerja tahunan)
  2. Kuliah Umum (1 kegiatan)
  3. Seminar Nasional Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Program Pascasarjana (1 Kegiatan) 
  4. Kuliah Tamu (4 kegiatan)
  5. Jurnal Berkala Ilmiah (2 Jurnal)
  6. Workshop Pembelajaran Berbasis Riset (peserta dosen)
  7. Workshop Metodologi Penelitian Berorientasi Transdisipliner (peserta dosen)
  8. Workshop Penulisan Artikel Ilmiah (peserta mahasiswa)
  9. Penulisan Buku Referensi atau Monograf Melalui Hibah Bersaing Dosen Program Pascasarjana
  10. Beasiswa Mahasiswa Unggulan S1 IAIN Manado
  11. Visiting Student (Asia Tenggara)
  12. Rapat Kerja (Raker) Program Pascasarjana Tahun 2019.  

Raker yang berlangsung terbatas itu ditutup oleh Direktur Program Pascasarjana dengan closing statement bahwa tahun 2018 ini Program Pascasarjana harus lebih optimal dalam menjalankan program. Oleh karena itu, ia menghimbau jajaran pimpinan program studi dan pelaksana administrasi untuk bekerja lebih maksimal untuk mendukung pencapaian target program khususnya program akreditasi program studi. (at) 

Dr. Naskur, M.HI Mendapatkan Penghargaan

diposting pada tanggal 29 Jan 2018 07.00 oleh Pascasarjana IAIN MANADO   [ diperbarui29 Jan 2018 07.15 ]

Manado - Dr. Naskur, M.HI selaku Kaprodi Hukum Keluarga dan Ekonomi Syariah Program Pascasarjana IAIN Manado mendapatkan Nomination Award dari Unit Perpusatakaan IAIN Manado sebagai pengunjung terbaik, kategori Dosen yang sering melakukan kunjungan ke Perpustakaan IAIN Manado. Dalam rilisnya, (Jum’at, 26 Januari 2018), Perpustakaan IAIN Manado melansir dan mengumumkan tiga nama Dosen IAIN Manado yang mendapatkan Nomination Award sebagai pengujung terbaik tahun 2017 lalu. Dr. Naskur, M.HI menempati urutan pertama, diikuti oleh dua dosen lainnya, yakni Meyskiyarti, M.Pd dan Syamsudin Antuli, MA.

Dr. Naskur, di sela-sela kesibukannya sebagai Kaprodi di Pasacasarjana mengatakan bahwa, “seharusnya seluruh dosen dan mahasiswa harus menjadikan Perpustakaan sebagai "rumah keduanya", sebab dengan sering mengunjungi perpustakaan, sesungguhnya kita telah menghidupkan api pengetahuan dan peradaban”, tutur beliau, sembari melempar senyuman khasnya. Atas presetasi ini, Direktur Pascasarjana, Dr. H. Rivai Bolotio, M.Pd, mewakili seluruh pegawai dan dosen Pascasarjana mengucapkan selamat dan apresiasi kepada Dr. Naskur, M.HI atas penghargaan tersebut. (arh).

Direktur Pascasarjana Meeting Terbatas dengan Kasubag Perencanaan IAIN Manado

diposting pada tanggal 29 Jan 2018 06.11 oleh Pascasarjana IAIN MANADO   [ diperbarui29 Jan 2018 06.16 ]

Manado – Direktur Pascasarjana IAIN Manado, Dr. H. Rivai Bolotio, M.Pd bersama Kaprodi berbincang serius dengan Kepala Sub-Bagian Perencanaan IAIN Manado, Djunaidi Lababa, S.Pd.I, M.Pd. Dalam pertemuan terbatas ini, yang berlangsung di ruangan Kaprodi Pascsarjana (Senin Pagi, 29 Januari 2018), mereka berbincang serius mengenai pola penganggaran kegiatan untuk Program Pascasarajana IAIN Manado tahun 2018. Direktur Pascasarjana mempertanyakan dan mengkonfirmasi secara langsung tentang mekanisme pencairan dana untuk kegiatan Pascasarjana di Tahun 2018 ini. Menurut Direktur, “Kegiatan besar yang akan dilaksanakan Pascasarjana di Tahun 2018 ini adalah Penyusunan Borang Akreditasi Prodi Manajemen Pendidikan Islam, Hukum Keluarga dan Ekonomi Syariah, serta pelaksanaan IPRC (International Postgraduate Research Conference) untuk yang kedua kalinya”, Jelas Direktur Pascarjana, DR. H. Rivai Bolotio, M.Pd di hadapan Djunaidi Lababa, disaksikan langsung oleh Kaprodi PAI dan MPI, Dr. Ardianto, M.Pd serta Kaprodi Hukum Keluarga dan Ekonomi Syariah, Dr. Naskur, M.HI.
Djunaidi Lababa, S.PdI, M.Pd menjelaskan dengan tuntas pola dan alokasi anggaran IAIN Manado tahun 2018. “pada prinsipnya alokasi anggaran untuk tahun 2018 diperuntukkan untuk kegiatan-kegiatan akademik dan non-akademik yang dapat memajukan civitas akademika IAIN Manado”, Jelas Djunaidi Lababa yang juga adalah Alumni STAIN Manado ini. Beliau memperjelas bahwa “yang perlu diperhatikan untuk semua unit kerja di IAIN Manado ini, termasuk Fakultas dan Pascasarjana adalah Laporan Realisasi Anggaran (LRA) harus memegang prinsip akuntabel dan transparan” Jelas Djunaidi Lababa dalam meeting terbatas tersebut. Meeting terbatas ini ditutup dengan coffee break plus menikmati cemilang khas Pasca dengan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. (arh). 

Rektor Hadiri Ujian Kelayakan Tesis

diposting pada tanggal 23 Jan 2018 05.37 oleh Pascasarjana IAIN MANADO   [ diperbarui23 Jan 2018 05.39 ]

IAIN Manado - Ujian Kelayakan Tesis mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Manado, yaitu Verawati Mokoagow (Prodi Pendidikan  Agama Islam, Ferawati H. Mamonto (Prodi Pendidikan  Agama Islam, dan Masda Mohamad (Prodi Manajemen Pendidikan Islam) yang diselenggarakan pada Selasa (23/01/2018) turut dihadiri Rektor IAIN Manado, Dr. Rukmina Gonibala, M.Si. Rektor IAIN Manado yang juga turut menjadi penguji tesis hadir tepat waktu sesuai jadwal yang ditentukan. Ia berpesan agar Program Pascasarjana dapat melakukan pengendalian mutu karya ilmiah secara konsisten dan berkelanjutan sehingga karya ilmiah mahasiswa memenuhi standar akademik yang tinggi. Ia juga mengapresiasi upaya Program Pascasarjana menetapkan prosedur ujian kelayakan tesis sebelum mahasiswa mengajukan ujian tesis/gelar magister.

Hadir sebagai tim penguji kelayakan tesis adalah Dr. Rivai Bolotio, M.Pd (Direktur Program Pascasarjana IAIN Manado), Dr. Muh. Idris, M.Ag (Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado), Dr. Yusno Abdullah Otta, M.Ag. Dr. Ardianto, M.Pd, Sulaiman Mappiasse, Ph.D, Dr. Adri Lundeto, M.Pd.I. Dr. Musdalifah Dachrud, M.Si, dan Dr. Husni Idris, M.Pd. Ujian kelayakan tesis dipimpin dipimpin oleh masing-masing Pembimbing I (utama) di bawah koordinasi ketua program studi.

Dalam ujian kelayakan naskah tesis yang berlangsung tertutup disepakati oleh masing-masing tim penguji ba
hwa tiga naskah tesis yang diuji dinyataan layak untuk diajukan ke sidang ujian tesis dengan beberapa catatan dan masukan yang harus dikerjakan oleh ketiga mahasiswa yang diuji.

Keputusan lainnya ialah bahwa abstrak tesis terutama abstrak dalam bahasa Inggris termasuk bahasa Arab harus divalidasi oleh
UPT Pengembangan Bahasa IAIN Manado. Sulaiman Mappiasse, Ph.D selaku Ketua UPT Pengembangan Bahasa IAIN Manado yang juga bertindak sebagai penguji kelayakan tesis menyampaikan bahwa terkait dengan validasi abstrak tersebut, UPT Pengembangan Bahasa telah menetapkan mekanisme dan prosedur validasi abstrak  (bahasa Inggris dan bahasa Arab) dan akan dikelola secara profesional oleh tim validator.

Direktur Program Pascasarjana IAIN Manado, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd dalam kesempatan ujian kelayakan tesis itu, kembali menegaskan bahwa Program Pascasarjana akan terus berupaya meningkatkan sistem penjaminan mutu tesis. "Ujian kelayakan tesis adalah salah satu mekanisme penjaminan mutu tesis", tegasnya.

Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam sekaligus Plt. Ketua Prodi  Manajemen Pendidikan Islam, Dr. 
Ardianto, M.Pd mengingatkan kepada mahasiswa untuk memperhatikan standar keilmiahan karya tesis, yakni  (a) ketepatan dan kesesuaian rumusan masalah/pertanyaan penelitian, deskripsi teori, paparan data, dan kesimpulan penelitian; (b) ketepatan metodologi penelitian yang digunakan; (c) relevansi teori dan kecukupan referensi yang digunakan; (d) kecukupan data penelitian; (e) kedalaman analisis dan kualitas pembahasan hasil penelitian; (f) originalitas penelitian (replikasi, duplikasi, atau plagiasi); (g) kaidah pengutipan/perujukan dan penulisan daftar pustaka; (h) sistematika penulisan tesis (kesesuaian dengan pedoman penulisan tesis); dan (i) penggunaan bahasa. (ri) 

1-10 of 25