Galeri‎ > ‎

Dokumentasi

Ujian Komprehensif Perdana Prodi Ekonomi Syariah

diposting pada tanggal 18 Jan 2018 03.11 oleh Ridwan Ilahude   [ diperbarui 18 Jan 2018 04.02 oleh Pascasarjana IAIN MANADO ]

IAIN Manado- Pelaksana Tugas  (Plt.) Ketua Program Studi Ekonomi Syariah, Dr. Drs. Naskur, M.HI., mewakili Direktur Program Pascasarjana membuka kegiatan ujian komprehensif mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah yang dilaksanakan, Rabu (17/01/2018) bertempat di gedung aula Program Pascasarjana IAIN Manado. Ujian dilaksanakan secara tertutup dalam bentuk sidang/panel oleh tiga dosen penguji. Mahasiswa diuji secara bergantian. Adapun mahasiswa yang diuji masing-masing Noval Luawo (NIM. 15.2.2.00016), Maulana Rahmat (NIM. 15.2.2.00012), Muhammad Mangkarto (NIM. 15.2.2.00003), dan Nuraini Rahayu (NIM. 15.2.2.00018).

Bertindak sebagai ketua dewan penguji adalah Dr. Drs. Naskur, M.HI. Sekretaris penguji adalah Dr. Yusno A. Otta, M.Ag dan anggota penguji adalah Dr. Edi Gunawan, M.HI.


Dr. Drs. Naskur, M.HI., yang juga sebagai Ketua Program Studi Hukum Keluarga Program Pascasarjana IAIN Manado mengungkapkan bahwa ujian komprehensif yang dilaksanakan oleh keempat mahasiswa dari Prodi Ekonomi Syariah ini merupakan periode pertama yang mengikuti ujian komprehensif  pada Prodi Ekonomi Syariah. Ia berharap bahwa Prodi Ekonomi Syariah juga dapat terwakili pada wisuda IAIN Manado tahun 2018. Oleh karena itu, Dr. Drs. Naskur, M.HI, yang merupakan pakar dalam bidang Kompilasi Hukum Islam (KHI) menghimbau mahasiswa agar dapat lebih dinamis dalam kemajuan akademik. "Kepada mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah khususnya angkatan 2015-2016 yang belum melaksanakan ujian komprehensif dan ujian proposal agar segera memperlihatkan kemajuan akademik yang nyata", imbuhnya. (ri)

Direktur Buka Ujian Komprehensif Tahun 2018

diposting pada tanggal 16 Jan 2018 06.57 oleh Pascasarjana IAIN MANADO   [ diperbarui16 Jan 2018 07.16 ]

IAIN MANADO - Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Selasa, 16/01/2018, memulai pelaksanaan  kegiatan ujian komprehensif untuk tahun 2018. Kegiatan ujian diikuti  oleh 4 (empat) mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Angkatan 2015-2016, masing-masing Endang, Isna Gonibala, Jubaidah Kidam, dan Merdy F. Mamonto. 

Direktur Program Pascasarjana, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd. dalam sambutannya mengungkapkan bahwa ujian komprehensif bertujuan menguji kompetensi mahasiswa terkait dengan kompetentsi umum, utama, dan pendukung keilmuan dan keahlian program studi. Ia berharap bahwa mahasiswa Angkatan 2015-2016 yang hingga saat ini belum melaksanakan ujian komprehensif agar segera mendaftar dan memproses ujian komprehensifnya. "Minimal seluruh mahasiswa Program Pascasarjana Angkatan 2015-2016 dari semua Program Studi yang ada telah melaksanakan ujian komprehensif sebelum dimulai perkuliahan semester genap tahun akademik 2017-2018", tambahnya.

Ujian komprehensif yang dilaksanakan di Ruang Ujian Program Pascasarjana IAIN Manado itu dipimpin oleh Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana, Dr. Ardianto, M.Pd yang juga sekaligus bertindak sebagai anggota penguji. Hadir sebagai anggota tim penguji ialah Dr. Rivai Bolotio, M.Pd., Sulaiman Mappiasse, Ph.D, dan Dr. Adri Lundeto, M.Pd.I. (at)   

Prodi MPI Awali Seminar Proposal Tesis Tahun 2018

diposting pada tanggal 9 Jan 2018 22.42 oleh Ridwan Ilahude   [ diperbarui 9 Jan 2018 22.55 oleh Pascasarjana IAIN MANADO ]

IAIN Manado - Plt. Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Dr. Ardianto, M.Pd., membuka seminar proposal tesis/ujian proposal tesis mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Manado Program Studi Manajemen Pendidikan Islam a.n. Deshendra Thaib (NIM.15.1.2.00001) dengan juldul proposal tesis "Implementasi Sistem Informasi Akademik dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan pada Mahasiswa di IAIN Manado". Dr. Rivai Bolotio, M.Pd., selaku Penguji Utama dalam ujian kali ini menuturkan bahwa proposal tesis ini bisa dikembangkan untuk dijadikan sebagai bentuk pelayanan ekstra yang lebih memudahkan mahasiswa untuk mengakses apa saja dan dimana saja yang terkait dengan pelayanan akademik khususnya di Program Pascasarjana IAIN Manado. Ujian ini berlangsung pada Rabu, 10 Januari 2018 bertempat di Gedung Aula Pascasarjana IAIN Manado yang diketuai langsung oleh Dr. Ardianto, M.Pd.,(selaku pembimbing I), Sekretaris Penguji Dr. Husni Idris, M.Pd.,(selaku pembimbing II) dan Sulaiman Mappiasse, Ph.D.,  bertindak sebagai Penguji 1, serta Dr. Rivai Bolotio,M.Pd., selaku Penguji Utama dalam ujian yang berlangsung dalam suasana akademik yang dinamis.
 
Seminar ini turut dihadiri oleh mahasiswa  dari beberapa program studi Program Pascasarjana yang bertindak sebagai audience"Kehadiran mahasiswa ini selain merupakan bentuk penyemangat bagi peserta ujian, kehadiran mereka juga sebagai salah satu prasyarat untuk mengikuti ujian proposal tesis tersebut dengan minimal menghadiri seminar sebanyak 10 kali kehadiran", ujar Dr. Ardianto, M.Pd., selaku Plt. Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam.


Gagas Open Journal System bagi Mahasiswa Program Magister

diposting pada tanggal 5 Jan 2018 21.02 oleh Pascasarjana IAIN MANADO   [ diperbarui5 Jan 2018 22.16 ]

IAIN Manado - Di era informasi, keterbacaan karya ilmiah bisa meningkat jika diunggah ke internet. Medianya bisa berupa situs kampus, jurnal online, atau paper repository. Menyikapi hal ini, Program Pascasarjana IAIN Manado (Jumat, 05/01/2018) bertempat di ruang rapat Program Studi melakukan pertemuan terbatas untuk menggagas pembuatan jurnal elektronik berbasis online yang diperuntukkan bagi para mahasiswa Program Pascasarjana. Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Sulaiman Mappiasse, Ph.D, yang juga merupakan ketua pengelola Journal of Islamic Education Policy Program Pascasarjana IAIN Manado, Dr. Ardianto, M.Pd, Ifirani Tawo, S.E, Ridwan Ilahude, S.Pd.I, dan Taufiq Lovonita, yang merupakan mahasiswa pada Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Manado. Sulaiman Mappiasse yang merupakan pengembang sistem teknologi informasi pada Program Pascasarjana IAIN Manado mengharapkan agar Program Pascasarjana ke depan menjadi acuan dalam pengembangan sistem  teknologi informasi di lingkungan IAIN Manado. "Dan, salah satu sistem informasi yang harus dikembangkan ialah informasi penelitian mahasiswa berupa tesis", lanjutnya.    

Dr. Ardianto, M.Pd., yang juga Ketua Prodi PAI Program Pascasarjana IAIN Manado mengungkapkan bahwa kewajiban mengunggah karya ilmiah di internet dalam open journal merupakan upaya meningkatkan budaya menulis di kalangan mahasiswa, sekaligus perwujudan dari kepatuhan terhadap Surat Dirjen Dikti nomor 2050/E/T/2011 tentang Kebijakan Unggah Karya Ilmiah dan Jurnal serta Surat Dirjen Dikti nomor 152/E/T/2012 tentang Publikasi Karya Ilmiah.
Dengan tersedianya jurnal online mahasiswa, maka Program Pascasarjana IAIN Manado terhitung mulai 2018 ini akan menerapkan kebijakan unggah karya ilmiah melalui jurnal system online. Dan, hal ini akan dijadikan salah satu syarat untuk meraih kelulusan mahasiswa. Oleh karena itu, Program Pascasarjana IAIN Manado sudah menyiapkan pengelola open journal. Sedangkan, untuk menentukan layak tidaknya suatu karya mahasiswa diunggah pada open journal tergantung persetujuan dari dosen pembimbing. Oleh karena itu, salah satu unsur yang disyaratkan untuk menempuh ujian tesis adalah ringkasan tesis yang disusun dalam bentuk artikel hasil penelitian.  Selain harus membuat tesis, untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah mahasiswa sebagai unsur pendukung akreditasi program studi, mahasiswa juga harus menyiapkan makalah untuk diunggah. Makalah bisa merupakan bagian dari tesis berupa review literature atau kajian konseptual.

Kunjungan Direktur Pascasarjana IAIN Manado ke Universiti Kebangsaan Malaysia

diposting pada tanggal 4 Jan 2018 07.27 oleh Pascasarjana IAIN MANADO

Direktur Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd melakukan kunjungan ke Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan Universiti Kebangsaan Malaysia pada Jum’at (23/09/2016). Dalam kunjungan ini, beliau bersama dengan Sekretaris Pascasarjana STAIN Sorong, Ismail Suardi Wekke, Ph.D.

2016-09-24 (2)

Direktur Pascasarjana diterima oleh Dekan Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan, Prof. Dr. H. Mohd. Ekhwan Toriman. Selain membahas kerjasama antara ketiga kampus, pertemuan juga diisi dengan tukar pikiran dan pengalaman terkait strategi dan teknik untuk menyiapkan manuskrip penerbitan. Prof. Ekhwan membagi pengalamannya terkait bagaimana memulai menulis artikel yang memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan.

Dengan demikian, artikel yang telah disiapkan untuk dikirim ke jurnal akan lebih mudah dilaksanakan.

Direktur Pascasarjana IAIN Manado, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd, menjelaskan bahwa informasi yang didapatkan dari pertemuan tersebut dapat digunakan dan dibagikan kepada civitas akademika IAIN Manado, khususnya dalam mengembangkan tulisan akademik dapat dimuat di jurnal, baik lokal, nasional maupun internasional.

Sumber: http://iain-manado.ac.id/?p=1453


Rektor Visitasi Program TOEFL Intensive Course

diposting pada tanggal 4 Jan 2018 07.14 oleh Pascasarjana IAIN MANADO

Rektor IAIN Manado, Dr. Rukmina Gonibala, M.Si saat memberikan motivasi kepada mahasiswa peserta TOEFL Intensive Course (6/9)

IAIN Manado – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Dr. Rukmina Gonibala, M.Si., didampingi Direktur Program Pascasarjana, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd., Ketua Program Studi pada Program

IAIN Manado

Pascasarjana (PPs) , Dr. Ardianto, M.Pd., dan Kepala UPT Pengembangan Bahasa IAIN Manado, Sulaiman Mappiasse, Lc., M.Ed., Ph.D, melakukan visitasi program TOEFL Intensive Course bagi mahasiswa program magister yang dilaksanakan oleh Program Pascasarjana bekerja sama dengan UPT Pengembangan Bahasa IAIN Manado.

Dalam kesempatan visitasi tersebut, Rektor memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus berupaya maksimal memenuhi kompetensi berbahasa Inggris agar profil lulusan Program Pascasrajana IAIN Manado dapat dibanggakan dan tidak kalah dengan lulusan Pascasrajana PTKI lainnya di Indonesia. “Bahkan ke depan IAIN Manado merencanakan untuk melakukan Sandwich Program bagi mahasiswa Program Pascasarjana sehingga mahasiswa yang sedang melakukan penelitian untuk penulisan tesis, mempunyai kesempatan mengunjungi universitas di luar negeri untuk memperdalam pengetahuan, bertemu dan berdiskusi dengan beberapa pakar tertentu dalam rangka menyempurnakan penelitian mereka”, jelasnya.

Direktur Program Pascasarjana IAIN Manado, Dr. Rivai Bolotio, MPd, menjelaskan TOEFL1bahwa pelaksanaan Program TOEFL Intensive Course ini merupakan wujud komitmen Program Pascasarjana IAIN Manado untuk terus berupaya meningkatkan kualitas kompetensi akademik lulusannya antara lain kompetensi mahasiswa dalam bahasa Inggris. “Kompetensi bahasa Inggris bagi mahasiswa tersebut diwujudkan dalam bentuk persyaratan akademik untuk menempuh ujian akhir program/gelar S2 mahasiswa yakni disyaratkan memiliki skor TOEFL minimal 450”, tambahnya.

Dalam rangka pemenuhan syarat nilai minimal TOEFL tersebut, PPs IAIN Manado bekerja sama dengan UPT Pengembangan Bahasa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado menyelenggarakan Program TOEFL Intensive Course yang bertempat di gedung kuliah Program Pascasarjana. (at).

Sumber: http://iain-manado.ac.id/?p=1326&

Kerja Sama Peningkatan Mutu Tri Dharma Perguruan Tinggi

diposting pada tanggal 4 Jan 2018 07.04 oleh Pascasarjana IAIN MANADO   [ diperbarui4 Jan 2018 07.09 ]

IAIN MANADOProgram Pascasarjana STAIN Sorongdan Program Pascasarjana IAIN Manado, Jumat, 16 September 2016 lakukan penandatanganan kerja sama penguatan kelembagaan pascasarjana dan publikasi ilmiah. Penguatan kelembagaan pascasarjana terutama terkait dengan peningkatan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Penandatanganan naskah perjanjian kerja sama tersebut dilaksanakan di ruang kerja Rektor IAIN Manado dan dilakukan langsung oleh Direktur Program Pascasarjana masing-masing, yakni Direktur Program Pascasarjana IAIN Manado, Dr. H. Rivai Bolotio, M.Pd dan Direktur Program Pascasarjana STAIN Sorong, Dr. H. Surahman Amin, Lc., M.A.

Rektor IAIN Manado, Dr. Hj. RukminaGonibala, M.Si., yang ikut menyaksikan penandatanganan piagam perjanjian kerja sama kedua lembaga tersebut mengatakan bahwa perjanjian kerja sama Program Pascasarjana STAIN Sorong dan Program Pascasarjana IAIN Manado itu mempunyai nilai yang sangat positif dalam penguatan program-program Tri Dharma Perguruan Tinggi kedua lembaga. “Ke Depan STAIN Sorong dan IAIN Manado dapat bersinergi dalam berbagai program capacity building kelembagaan pascasarjana utamanya terkait dengan penguatan dan pengembangan program studi’’, lanjutnya.

Sementaraitu, Dr. H. Surahman Amin, Lc., M.A, selaku Direktur Program Pascasarjana STAIN Sorong menyatakan bahwa melalui perjanjian kerja sama kedua lembaga pendidikan tinggi ini diharapkan tercipta hubungan kelembagaan yang saling kontributif dalam peningkatan mutu pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat pada Program Pascasarjana. Lanjut dikatakan, “Pascasarjana STAIN Sorong dan Pascasarjana IAIN Manado dapat bekerja sama meningkatkan citra kedua perguruan tinggi ini terutama dalam publikasi ilmiah hasil-hasil penelitian, baik yang dilakukan oleh para dosen, maupun mahasiswa pada Program Pascasarjana”.

Senada dengan hal itu, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd selaku Direktur Program Pascasarjana IAIN Manado juga menegaskan bahwa perjanjian kerja sama yang dilakukan antara kedua institusi pascasarjana ini dinilai relevan dan strategis terutama jika dipandang dari segi kedudukan kedua kampus ini di daerah yang secara sosiologis majemuk, baik suku, bahasa, maupun agama. “Kedua institusi pendidikan tinggi ini diharapkan dapat menjadi penyangga wilayah yang berfungsi sebagai penjaga moralitas, stabilitas, dan harmoni social berlandaskan nilai-nilai agama”, ungkapnya. (at)

Sumber: http://iain-manado.ac.id/?p=1418&

Program Pascasarjana Selenggarakan Studium Generale

diposting pada tanggal 4 Jan 2018 07.00 oleh Pascasarjana IAIN MANADO

IAIN MANADO – Program Pascasarjana IAIN Manado menyelenggarakan Studium Generale (Kuliah Umum) bertema ”Penisataan Agama dalam Konsep Islam dan Kristen”. Kegiatan yang diselenggarakan pada Jumat, 16 Desember 2016 ini menghadirkan dua narasumber yakni Dr. Nasruddin Yusuf, M.Ag (dosen IAIN Manado) dan Dr. (C). Denni Pinontoan, M.Th (dosen Universitas Kristen Tomohon).

Ketua Panitia Pelaksana, Delmus Puneri Salim, M.A., Ph.D, dalam laporannya pada sesi pembukaan kegiatan Studium Generale menjelaskan bahwa tema yang diusung dalam kegiatan Studium Generale merupakan bagian dari upaya Program Pascasarjana IAIN Manado untuk ikut berpartisipasi memberikan kontribusi positifnya dalam menemukan solusi terhadap permasalahan sosial keagamaan yang tengah dihadapi oleh bangsa Indonesia hari ini. “Problem penistaan agama yang menjadi isu aktual saat ini sangat signifikan untuk didiskusikan dalam ranah akademik agar diperoleh penjelasan akademik ilmiah yang memadai tentang permasalahan penistaan agama”, ungkapnya. “Melalui kajian terhadap tema yang diusung dalam Studium Generale ini diharapkan diperoleh simpul pemahaman penistaan agama dalam konsep Islam dan Kristen sehingga setiap individu dengan keragaman keyakinan dapat saling menghormati satu sama lain”, tegasnya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gedung Pascasarjana IAIN Manado dibuka oleh Direktur Program Pascasarjana IAIN Manado, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd. Dalam dalam sambutannya mewakili Rektor IAIN Manado, Direktur Program Pascasarjana IAIN Manado ini mengungkapkan bahwa tema yang diangkat oleh Panitia Pelaksana Studium Generale relavan dengan upaya pencapaian salah satu visi IAIN Manado yaitu menjadikan IAIN Manado sebagai kampus berbasis multikultural. Oleh karena itu, program-program dan kegiatan-kegiatan akademik yang dilaksanakan oleh semua unit organisasi termasuk Program Pascasarjana haruslah berorientasi pada pencapaian visi IAIN Manado. “Dalam konteks lokal Sulawesi Utara, yang terkenal dengan mercusuar pluralisme Indonesia, merupakan kewajiban setiap komponen warga masyarakat termasuk komponen perguruan tinggi untuk ikut aktif menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama”, ungkapnya.

Dr. Nasruddin Yusuf, M.Ag, yang adalah Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Utara  dalam pemaparan materinya mengungkapkan bahwa secara terminologis, penistaan berasal dari kata ‘nista’ yang bermakna ‘hina’, ‘rendah’. Dengan demikian, “penistaan agama berarti menghina atau merendahkan agama atau keyakinan” ungkapnya. Akademisi IAIN Manado yang juga Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Utara ini menegaskan bahwa secara normatif landasan hukumnya jelas dalam al-Quran tidak dibenarkan menghina sesembahan agama atau kepercayaan orang lain. “Dalam membangun relasi antaragama, masing-masing pihak harusnya mempunya batasan karena sangatlah penting untuk menghindari campur aduk terhadap hal yang sifatnya prinsip dalam agama”, lanjutnya. Ia juga mengingatkan bahwa pembatasan yang dilakukan jangan sampai mengganggu hubungan baik antarpemuluk agama. “Nilai-nilai toleransi harus tetap dikedepankan”, tegasnya.

Sementara itu, Dr. (C). Denni Pinontoan, M.Th, akademisi dan agamawan Universitas Kristen Tomohon (UKIT) mengungkapkan bahwa secara historis isu penistaan agama dalam Kristen dapat dilacak, misalnya, peristiwa bagaimana Yesus berhadap-hadapan dengan pembencinya yakni kaum elit Yahudi. Orang Yahudi merasa terganggu eksistensinya karena kehadiran Yesus. Untuk menghentikan langkah Yesus, maka para elit Yahudi melayangkan tuduhan, melakukan justifikasi bahwa Yesus telah menista agama karena mengaku sebagai anak Allah (Tuhan). Itulah sebabnya, narasumber yang juga dikenal sebagai budayawan ini berpandangan bahwa penistaan agama tidaklah berwajah tunggal, apa yang terjadi pada Yesus, misalnya, karena tendensi sosial-politik elit Yahudi dan bukan karena murni agama. “Dalam Kristen setiap fase pekembangan agama ini selalu ada kasus/peristiwa yang sama, salah satunya juga tentang reformasi gereja yang dilakukan oleh Marthen Luther. Sang revolusioner itu dituduh melecehkan agama oleh kalangan gereja” ungkapnya. Lebih lanjut dikemukakan bahwa penistaan agama tidak bisa dilihat dari satu sudut pandang saja, harus dari berbagai sudut pandang, ekonomi, politik, budaya, dan sebagainya. “Hubungan antaragama harus didudukkan sebagai suatu kelaziman sosial dan bukan pada ranah teologis, hanya dengan begitu toleransi antarumat bergama akan dapat terpelihara”, tegasnya. (at).

Sumber: http://iain-manado.ac.id/?p=1760

Program Pascasarjana IAIN Manado Melaksanakan Kuliah Tamu

diposting pada tanggal 4 Jan 2018 06.57 oleh Pascasarjana IAIN MANADO

IAIN MANADO – Mengawali pelaksanaan perkuliahan untuk semester genap tahun akademik 2016-2017, Program Pascasarjana IAIN Manado selenggarakan kuliah tamu bertajuk “MULTIKULTURAL-TRANSDISIPLINER: Penguatan Visi dan Orientasi Pengembangan Keilmuan IAIN Manado dalam Kerangka Studi Islam Nusantara dan Dunia”. Kuliah tamu yang dilaksanakan pada Senin (03/4/2017) ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Fritz Schulze dari Georg August Universität Gottingen, Jerman.

Direktur Program Pascasarjana IAIN Manado, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd., dalam sambutannya pada acara pembukaan kuliah tamu mengemukakan bahwa pelaksanaan kuliah tamu ini merupakan bagian dari peningkatan wawasan keilmuan mahasiswa dan dosen untuk penguatan bidang pendidikan dan penelitian serta publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa pada semua Program Studi di Program Pascasarjana IAIN Manado. “Oleh karena itu, seluruh civitas akademika Program Pascasarjana IAIN Manado teristimewa mahasiswa harus dapat memanfaatkan dengan baik kesempatan kuliah tamu ini”, pintanya.

Sementara itu, Rektor IAIN Manado, Dr. Rukmina Gonibala, M.Si., yang hadir membuka secara langsung pelaksanaan kuliah tamu Program Pascasarjana ini menyatakan bahwa upaya menghadirkan Prof. Dr. Fritz Schulze dari Georg August Universität Gottingen merupakan bagian dari rintisan kerja sama luar negeri IAIN Manado dalam memperkuat kapasitas kelembagaan melalui peningkatan akreditasi program studi dan akreditasi institusi. “Bahkan telah direncanakan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa khususnya mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di luar negeri tepatnya di Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia”, lanjut Rektor.

Prof. Dr. Fritz Schulze yang dimoderatori oleh Sulaiman Mappiasse, Ph.D menegaskan bahwa kebebasan beragama tidak cukup hanya sekadar dideklrasikan, tetapi harus diimplementasikan dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan. Apabila kebebasan beragama hanya sekadar deklarasi, maka cita-cita untuk mewujudkan hak kebebasan beragama hanya sekadar isapan jempol. Ini berlaku, baik di Jerman, maupun di Indonesia.

Kuliah tamu yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa S2 Program Pascasarjana dari empat program studi yaitu program studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Ekonomi Syariah (ES), dan Ahwal Asyakshiyah (AS) serta mahasiswa program S1 dari berbagai fakultas ini disambut baik oleh seluruh peserta. Hal ini tampak dari antusiasme para peserta mengajukan pertanyaan dalam sesi tanya jawab. (at)


Sumber: http://iain-manado.ac.id/?p=2165

Program Pascasarjana Perluas Jaringan Kerja Sama

diposting pada tanggal 4 Jan 2018 06.50 oleh Pascasarjana IAIN MANADO

IAIN MANADO – Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Selasa (25/4/2017) menandatangani naskah perjanjian kerja sama (MoU) dengan Universiti Fatoni Thailand. Penandatanganan naskah perjanjian kerja sama tersebut berlangsung di Hotel Plaza Inn Kendari di sela-sela pelaksanaan International Conference on Islam and Local Wisdom (ICLAW) yang berlangsung selama dua hari (25-26/4/2017) di Kota Kendari.

Hal-hal yang disepakati dalam perjanjian kerja sama Program Pascasarjana IAIN Manado dengan Universiti Fatoni Thailand ialah:
1. Promotion of individual contacts among scholar, students and personnel of booth scientific institutions;
2. Promotion and development of joint research, seminars, conferences, workshops, and also provision of assistance to teach other in obtaining external funding from outside sources;
3. Provision of support to exchange of academic materials;
4. Co-operation in the area of Social Sciences, Humanities Studies, Islamic Studies and any other related field studies;
5. Co-operation in areas of English language teaching for undergraduate and postgraduate;
6. Promotion of any other activities that both scientific institutions agree to be of mutual benefit; and
7. Any other areas of co-operations to be mutually agreed upon by the parties.

Pihak Universiti Fatoni Thailand yang diwakili oleh Deputy Rector for International and Alumni, Prof. Dr. Sukree Langputeh, menyambut baik rintisan kerja sama yang dijalin oleh Program Pascasarjana IAIN Manado dengan Universiti Fatoni Thailand dan berharap bahwa kerja sama kedua lembaga ini dapat berlangsung dengan baik di masa-masa yang akan datang. Lanjut dikatakan bahwa tujuan dari kerja sama ini ialah untuk saling menguatkan, mempromosikan, dan mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan.
Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana IAIN Manado, Dr. Rivai Boilotio, M.Pd., usai penandatanganan naskah perjanjian kerja sama mengungkapkan bahwa kerja sama yang dilakukan dengan Universiti Fatoni Thailand merupakan wujud komitmen Program Pascasarjana IAIN Manado memperluas jaringan kerja sama dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri untuk mengembangkan kapasitas kelembagaan khususnya dalam pengelolaan pendidikan dan penelitian pada Program Pascasarjana IAIN Manado. Ia juga menegaskan bahwa sesuai dengan visi IAIN Manado, yaitu “Menjadi Perguruan Tinggi Islam yang bermutu berbasis masyarakat multikulural di Asia Tenggara tahun 2035”, maka Program Pascasarjana sebagai salah satu unit pengelola pendidikan jenjang magister berupaya mengorientasikan berbagai programnya yang mendukung pencapaian visi IAIN Manado di tahun 2035.

Selain agenda penanandatanganan naskah perjanjian kerja sama, dalam pelaksanaan International Conference on Islam and Local Wisdom (ICLAW) yang dilaksanakan oleh IAIN Kendari pada 25-26 April 2017 itu, Program Pascasarjana IAIN Manado juga mengikutsertakan dosennya sebagai penyaji makalah pada kegiatan berskala internasional tersebut. “Keikutsertaan dosen tersebut sebagai penyaji makalah pada kegiatan ilmiah merupakan upaya Program Pascasarjana IAIN Manado memfasilitasi peningkatan publikasi ilmiah bagi para dosen sesuai dengan standar akreditasi progam studi”, tegas Direktur Program Pascasarjana, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd. (at).

Sumber: http://iain-manado.ac.id/?p=2269

1-10 of 13