Galeri‎ > ‎

Dokumentasi


Gina Nurvina Darise: Kecerdasan Eksistensial-Spiritual Tertinggi Pengaruhi IPK Mahasiswa

diposting pada tanggal 23 Sep 2018 07.22 oleh Pascasarjana IAIN MANADO

IAIN Manado - Jumat (21/09/2018), Program Pascasarjana IAIN Manado kembali telorkan lulusan magister dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Berlangsung di ruang ujian Program Pascasarjana, Gina Gurvina Darise berhasil mempertahankan hasil penelitian tesisnya berjudul "Multiple Intelligences dan Hubungannya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Mahasiswa IAIN Manado". Di hadapan dewan penguji masing-masing, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd (Ketua Dewan Penguji), Dr. Ardianto, S.Pd., M.Pd (Sekretaris Dewan Penguji), Dr. Rukmina Gonibala, M.Si (Penguji 1), Dr. dr. Taufik Pasiak, M.Kes, M.Pd.I (Penguji 2), dan Dr. Musdalifah Dachrud, S.Ag., S,Psi, M.Si, Psi. (Penguji 3), Gina yang adalah mahasiswa angkatan ke-2 Program Studi S2 Pendidikan Agama Islam, tampil piawai menyajikan dan menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan oleh para penguji.

Melalui analisis regresi berrbasis data survai ex-post facto terhadap mahasiswa IAIN Manado, Gina menemukan bahwa kecerdasan eksistensial-spiritual mempunyai kontribusi paling signifikan terhadap capaian indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa, disusul kecerdasan interpersonal, kecerdasan musikal, kecerdasan lingusitik, kecerdasan matematis-logis, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan kinestetik-jasmani, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis.

Diungkapkan bahwa kecerdasan eksistensial-spiritual tidak mesti berhubungan dengan masalah agama. Kecerdasan spiritual (spiritual intelligence) mengacu pada keterampilan, kemampuan, dan perilaku yang diperlukan untuk mengembangkan dan mempertahankan hubungan dengan sumber utama dari semua (Tuhan Yang Maha Esa), keberhasian dalam menemukan makna hidup,  mengeksternalisasi perasaan akan makna dan nilai-nilai dalam kehidupan dan dalam hubungan dengan interpersonal setiap individu.

Dr. Rukmina Gonibala, Rektor IAIN Manado, yang bertindak sebagai penguji 1 memuji karya tesis Gina Nurvina Darise yang telah dikerjakan secara sungguh-sungguh. Secara khusus, ia juga mengapresiasi kecermatan Gina dalam menulis yang sangat minim ditemukan kesalahan-kesalahan teknis. "Bayaknya cakupan variabel (peubah) penelitian yang diteliti juga merupakan point utama kelebihan tesis ini dibandingkan tesis lainnya", lanjut Gonibala.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Dr. Rivai Bolotio, M.Pd, Direktur Program Pascasarjana, yang bertindak sebagai ketua dewan penguji. Ia menilai bahwa dibutuhkan ketelatenan untuk menulis dalam ruang lingkup variabel yang sangat jamak. "Dengan mengkaji 9 variabel bebas dan  1 variabel terikat berarti diperlukan 10 konsep teori yang harus dijelaskan dan ini tentu membutuhkan tingkat ketekunan yang tinggi", ungkap Bolotio.  

Sementara itu, Dr. dr. Taufik Pasiak, M.Kes, M.Pd.I menyarankan agar hasil penelitian Gina Nurvina Darise ini dapat diimplikasikan dalam
pengembangan program pembelajaran di IAIN Manado. "Bahawa kecerdasan spiritual mempunyai kontribusi yang sangat signifikan terhadap capaian indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa, hal ini memperkuat tesis yang selama ini saya kembangkan tentang kecerdasan spiritual", ungkapnya. Pasiak yang adalah dosen tetap pada Fakultas Kedokteran Unsrat Manado berharap bahwa hasil penelitian Gina ini dapat menjadi rekomendasi bagi pimpinan IAIN Manado dalam merancang model pengembangan program pembelajaran dan penguatan akademik di IAIN Manado.

Gina yang ikut didampingi oleh kedua orang tua dan adiknya, mengungkapkan bahwa keberhasilan merampungkan penelitian tesisnya berkat kedisiplinan dan kecermatan kedua pembimbingya, yakni Dr. dr. Taufik Pasiak, M.Kes, M.Pd.I  dan Dr. Musdalifah Dachrud, S.Ag., S,Psi, M.Si, Psi. Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan yang dicapainya merupakan buah dari dukungan kedua orang tuanya. "Semoga tesis ini, merupakan pernyataan doa untuk kedua orang tuaku, sebagai penyemangat hidup bagi ayahku tercinta agar tetap diberikan kesehatan", pinta Gina.

Ujian yang berlangsung selama dua jam diakhiri dengan yudisium hasil ujian yang dibacakan oleh sekretaris dewan penguji, Dr. Ardianto, S.Pd., M.Pd sebagai Ketua Program Studi S2 Pendidikan Agama Islam. Promovenda, Gina Nurvina Darise dinyatakan lulus ujian tesis dengan nilai pujian. (at)    

Asesmen Lapangan Akreditasi Prodi PAI

diposting pada tanggal 23 Sep 2018 05.01 oleh Pascasarjana IAIN MANADO

IAIN Manado - Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), masing-masing Prof. Dr. Imam Fuadi, M.Ag (IAIN Tulungagung) dan Prof. Dr. Hasan Asari, M.A (UIN Sumatra Utara), Rabu (04/04/2018), melakukan asesmen lapangan dalam rangka penilaian akreditasi Program Studi (Pendidikan Agama Islam (PAI) Program Pascasarjana IAIN Manado. 

Kegiatan  asesmen lapangan dibuka oleh Rektor IAIN Manado, Dr. Rukmina Gonibala, M.Si. Dalam sambutan pada sesi pembukaan, Rukmina Gonibala menyampaikan bahwa IAIN Manado pada saat ini berfokus pada peningkatan standar akreditasi program studi. "Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari upaya serius IAIN Manado untuk meningkatkan standar pengelolaan pendidikan yang  dilakukan pada semua program studi termasuk program studi yang ada di lingkungan  Pascasarjana", lanjutnya.


   

Forum Mahasiswa Pascasarjana Partsipasi Bangun Literasi Lingkungan

diposting pada tanggal 17 Sep 2018 08.55 oleh Ardianto Tola   [ diperbarui17 Sep 2018 08.57 ]

Manado - Forum Mahasiswa Pascasarjana (Formapas) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado bersama dengan komponen masyarakat peduli lingkungan di Kota Manado ikut serta sukseskan  penyelenggaraan aksi World Cleanup Day (WCD) pada Sabtu (15/09/2018). Aksi WCD di Kota Manado yang turut didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup Sulawesi Utara, Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado, dan Kodim 1309 Manado ini dilaksanakan di 10 (sepuluh) lokasi dan diikuti sebanyak 1650 orang yang berasal dari berbagai instansi/lembaga, perusahaan, organisasi, komunitas, dan kelompok masyarakat. Lokasi aksi WCD di Kota Manado, yaitu:
  • LOKASI 1 (Pantai Malalayang 2, Tugu Boboca-MUA), peserta: SMA Negeri 2 Manado, POSSI, HIMAFAR TRINITA, HIMAKESJA TRINITA, KPPA SMA Negeri 2 Manado, Tuturugafreedivers Manado, Dragonetdivers, Mapala Avestaria Fispol Unsrat, Walhi Sulut, PALAMIK UNSRAT, DIVEPACKER INDONESIA,  Mercure Tateli, PMI Manado, Institut Agama Kristen Negeri, dan Werewolf+.
  • LOKASI 2 (Malalayang 1 Timur Ling 1-Big Fish Bahu), peserta: KSE UNSRAT, CG GMS ProM, Sahabat Pelangi, PKKT BKM, 1000 Guru Manado, Trashbag Community, KAPS Manado, SMA Negeri 4 Manado, KPMIBT Manado, PMI Manado
  • LOKASI 3 (Muara Sungai Sario/Jembatan Kuning), peserta: HIMASUPER Unsrat, BEM FPIK Unsrat, Tridacna Diving Club Unsrat, MPA Zooxanthellae, Lembeh
    Bersih,
    DLH Propinsi Sulut, Mapala Tarsius, Humanity of Manado, HIMIKA Unsrat, dan PMI Manado
  • LOKASI 4 (Muara Sungai Jengki, Calaca-Sindulang 1), peserta: APMI Manado, BTFIB, KPAB Aligator, Lestari Alamku, MPA Artsas, IMKLI Manado, Manado Fishing Adventure, Masyarakat Sindulang, Politeknik Manado, Seasoldier_NS, PPAB Everest, KMPA Tansa, Komunitas Dinding Manado, LPM Inovasi Unsrat, Mahasiswa Teknik Lingkungan Unsrat, ENJ Sulut, Plastic Mvmt, Bayangkari Polda Sulut, Manadonesia Channel, GMPAB Pantera Pardus, Couchsurfing Manado, dan PMI Manado
  • LOKASI 5 (Karangria-Sindulang 2), peserta: LPAMU, Simpatisan Alam Indonesia, Salam Lepicea SMK Negeri 2 Manado, KPAB Garuda, SMK Negeri 2 Manado, Anti AntiSosial Club, KPAB Mata Angin, Mapala Delasalle, SPARTA Cereme, PABI ANANTARA, BKI FEB Unsrat, IMPWK FT-Unsrat, PC IMM Kota Manado
    Rumah SKM, KMN Kota Manado, KPA Rasamala, KPG, Pramuka IAIN Manado, KPAB Beringin, Triple C Manado, Outsiders & Ladyrose Manado, Safari Tour & Travel, KPAB MAGNOLIA ALBA, PMI Manado, SMK Kr. Solagratia, Mer 99, dan Gelang Rimba
  • LOKASI 6 (CABAL, Megamas, Zero Point, Marina Plaza), peserta: Indorunners, Pegadaian, GERKATIN, Komunitas Tuli Manado, Ikatan BI Sulut, KPK
    Torang Slankers Manado, HMI Cabang Manado, PMI Cabang Manado, FKPA, KWARCAB Pramuka Manado, dan Relawan Aqua
  • LOKASI 7 (GOD BLESS PARK), peserta: All Freelance/Individu non Komunitas, Perwakilan dari PMI Manado, FKPA, dan Laskar Bapontar
  • LOKASI 8 (Tateli), peserta: Kampus B Politeknik Manado
  • LOKASI 9 (Bunaken), peserta: Bastianos Resort
  • LOKASI 10 (MTs Nurut Taqwa Manado), peserta: seluruh siswa MTs Nurut Taqwa Manado
Wahyuningsih Sutrisno, Sekretaris Forum Mahasiswa Pascasarjana (Formapas) IAIN Manado, yang juga merupakan Leader WCD Regional Sulut, mengungkapkan bahwa a
genda aksi WCD ini selain dilaksanakan di Kota Manado juga diseleggarakan di 4 (empat) kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Utara yaitu Kota Bitung,  Kabupaten Minahasa,  Kabupaten Minahasa Utara, dan Kota Kotamobagu.
  Untuk Kota Bitung berlokasi di
Pantai Batu Putih, Pantai Tanjung Merah, Pantai Girian Bawah, Pantai depan PT. MNS, Pantai Candi, Pelabuhan Samudera Bitung, Ruko Pateten, Pantai Naemundung, Pantai Tandurusa, Pantai Makawidey, Pantai Lembeh Utar, Pantai Lembeh Selatan, Sungai Girian, Satu Titik Diving dari Lembeh Resort, Satu Titik Diving dari Bastianos Resort. Untuk Kabupaten Minahasa berlokasi di Hutan Lindung Gunung Mahawu dan Benteng Moraya. Untuk Kabupaten Minahasa Utara berlokasi di Pantai Firdaus Kema 2 sampai Pesisir Kema 3, Pesisir Pantai dekat desa Lihunu,  Likupang Timur, dan pinggir pantai bangka. Untuk Kota Kotamobagu berlokasi di Sungai Dayanan Gogagoman, Pasar Serasi Kotamobagu,  Terminal Serasi Kotamobgau,  dan Pasar Poyowa Besar.

Lanjut diungkapkan Wahyuningsih yang saat ini sedang merampungkan penelitian tesisnya bahwa kegiatan World Cleanup Day ini merupakan aksi peduli  lingkungan yang juga sekaligus merupakan upaya membangun literasi lingkungan dari seluruh lapisan masyarakat. "Program WCD ini juga dapat menjadi wahana menyatukan masyarakat dari berbagai kalangan, baik dari unsur pemerintah, unsur swasta, anak muda, pelajar, mahasiswa, organisasi, komunitas, maupun warga masyarakat untuk ikut bergotong royong membersihkan sampah", ungkapnya. Hal ini penting menurutnya, karena masalah sampah bukan hanya masalah pemerintah, tetapi masalah kita bersama.

Penyelengaraan aksi WCD ini diorganisasikan oleh Coreteam World Cleanup Day Regional Sulawesi Utara, yaitu:

  • Leader Regional Sulawesi Utara: Wahyuningsih Sutrisno
  • General Secretary: Muhammad Iqbal Suma
  • Partnership and finance: Grace tv Wakary,  Ardianus A.E Janis. 
  • IT and mapping: Rohit Mahatir Manese, Nova Yana apsari Salim.
  • Pr & Marketing: Julius Michael Mirah,  Widya Desfita,  Ahmad Luthfi Hardjodiwirjo, Bayu Laksmana.
  • Coordinator Volunteer: Getion Mamesag,  Rio Noval Puasa,  Julius Michael Mirah
  • Event management: Reinold Glory Masinambow,  Rendy Desriance Lasane,  Novita Intan Lengkoan
  • Logistik team: Ridwan Nur Sineke, Rahma lewa,  Syahida Lewa
  • Leader kota Manado: Rio Noval Puasa
  • Leader Kota Bitung: Andre Kevin Membri,  Tika Fitriyani Pellu
  • Leader Minahasa induk: Jovanka, Imam Alqurbani
  • Leader minut: Bella Wondal
  • Leader Kotamobagu: Harry Azwar Pasambunan
 

Era Disrupsi Mendorong Terjadinya Digitalisasi Sistem Pendidikan

diposting pada tanggal 28 Agt 2018 05.12 oleh Ardianto Tola   [ diperbarui28 Agt 2018 06.00 ]

IAIN Manado
- Program Studi Manajemen Pendidikan Islam untuk Program Sarjana (S1) dan Program Magister (S2) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Selasa (28/08/2018), mengawali aktivitas kuliah Semester Ganjil Tahun Akademik 2018/2019 dengan kuliah tamu. Kegiatan kuliah tamu yang bertempat di Aula Program Pascasarjana IAIN Manado ini merupakan inisiasi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam yang masing-masing diketuai oleh Feiby Islamil, M.Pd untuk jenjang Sarjana (S1) dan Dr. Ardianto, M.Pd untuk jenjang Magister (S2).

Hadir memberikan sambutan dalam pembukaan kuliah tamu adalah Wakil Dekan I (Bidang
Akademik dan Pengembangan Lembaga) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado, Drs. Muh. Syakur Rahman, M.Pd.I dan Direktur Program Pascasarjana IAIN Manado, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd.
Drs. Muh. Syakur Rahman, M.Pd.I yang hadir mewakili Plt. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado mengungkapkan bahwa kuliah tamu yang diselenggarakan atas kerja sama Program Studi Manajemen Pendidikan Islam jenjang S1 dan S2 sangat membantu fakultas dalam
upaya pengembangan kegiatan keilmuan bagi mahasiswa. “Kegiatan kuliah tamu seperti ini sangat dirindukan oleh FTIK sebagai fakultas dengan jumlah mahasiswa terbanyak di IAIN Manado”, tegasnya.

Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd, mengapresiasi langkah proaktif Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dalam melakukan sinergi program akademik. Ia menyampaikan bahwa perkembangan dalam kehidupan tidak dapat dipungkiri apalagi bidang pendidikan sehingga yang terpenting ialah memahami bagaimana cara untuk mengantisipasi perkembangan itu agar sejalan dengan era yang ada. Oleh karena itu, Bolotio yang juga terdaftar sebagai anggota Perkumpulan Program Studi Pendidikan Islam (PPMPI) Indonesia ini berharap bahwa melalui kuliah tamu dengan narasumber yang ahli di bidang manajemen pendidikan Islam dapat memberikan wawasan baru terkait dengan pengembangan manajemen pendidikan Islam di era disrupsi dan revolusi industri.
   
Kuliah tamu yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, baik strata satu maupun strata dua ini menghadirkan dosen dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Zainal Arifin, M.SI sebagai narasumber. Dalam pemaparan kuliahnya bertajuk “Manajemen Pendidi
kan Islam di Era Disrupsi dan Revolusi Industri 4.0”, Dr. Zainal yang juga Sekjen Perkumpulan Program Studi Pendidikan Islam (PPMPI) Indonesia ini megungkapkan bahwa era disrupsi dan revolusi industri 4.0 dapat menjungkirbalikkan keadaan yang berlaku dan berjalan hingga berdampak besar dalam keseluruhan sistem pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Hal ini merupakan peluang namun pada saat yang sama juga merupakan tantangan bagi dunia pendidikan Islam. Dunia hari ini sedang menghadapi fenomena disrupsi (disruption). Disrupsi akan mendorong terjadinya digitalisasi sistem pendidikan. Keberadaan teknologi komputer dan komunikasi dapat dimanfaatkan dalam segala kehidupan manusia. Hal ini memberikan tantangan dan peluang berkembangnya inovasi dan kreativitas dalam proses belajar dan mengajar. Selain itu, akan memberikan dampak pembelajaran yang lebih terkonsentrasikan ke mahasiswa. Baik dosen maupun mahasiswa harus memiliki kreativitas dan inovasi dalam memanfaatkan sumber-sumber belajar.

Di akhir sesi kuliah tamu, Dr. Zainal yang dimoderatori oleh Abdul Muis Daeng Pawero, dosen pada Program Studi S1 Manajemen Pendidikan Islam, menyatakan bahwa tantangan dan peluang di era disrupsi dan revolusi industri 4.0 pe
rlu dihadapi dengan kemampuan beradaptasi, memiliki kompetensi, dan dasar agama yang kuat.

Sebelum penutupan kuliahnya, Dr. Zainal yang juga berada di Manado dalam rangka kegiatan riset menyerahkan hadiah berupa buku hasil karyanya kepada dua orang mahasiswa. Pemberian hadiah berupa buku ini disambut sangat positif oleh mahasiswa dan menjadi sumber motivasi belajar mereka.

Dr. Ardianto, M.Pd dalam keterangannya mengungkapkan bahwa pelaksanaan kuliah tamu yang digagas secara bersama oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Program Sarjana (S1) dan Program Magister (S2) IAIN Manado ini dilandasi oleh kesadaran bersinergi untuk memperolah dampak yang lebih luas. Lebih lanjut, Ia juga menjelaskan bahwa materi kuliah tamu yang dipaparkan oleh Dr. Zainal relevan dengan perkembangan yang ada saat ini.  Lebih lanjut diungkapkan bahwa perkembangan dalam teknologi digital dengan artificial intelligence (AI) yang mengubah data menjadi informasi telah membuat orang dengan mudah dan murah
memperolehnya. Perubahan ini berpengaruh pada tata kerja perguruan tinggi sebagai salah satu sumber kemudahan-kemudahan tersebut, termasuk perubahan dalam tata cara belajar dan mengajar.

Secara terpisah, Feiby Ismail, M.Pd, yang juga pengurus inti (bendahara) PPMPI menyatakan bahwa kehadiran Dr. Zainal Arifin, M.SI, yang adalah sekjen PPMPI, memberikan kuliah tamu di IAIN Manado ini sekaligus merupakan sebagai momentum untuk observasi atas kesiapan IAIN Manado khususunya Program Studi Manajemen Pendidikan Islam sebagai pelaksana dan tuan rumah penyelenggaraan agenda pertemuan tahunan PPMPI tahun 2019. Ia berharap dengan dukungan civitas akademika IAIN Manado, agenda kegiatan PPMPI di Manado tahun 2019 dapat terselenggara dengan sukses. (at)

Wawancara Calon Mahasiswa Program Magister Berjalan Lancar

diposting pada tanggal 10 Agt 2018 07.39 oleh Ardianto Tola

IAIN Manado – Pelaksanaan ujian lisan/wawancara dalam rangka seleksi penerimaan mahasiswa baru Program Magister Program Pascasarjana IAIN Manado berjalan dengan lancar.

Wawancara yang berlangsung Selasa (07/08/2018) itu terbagi dalam tiga komponen materi, yaitu pertama, kebijakan makro dan mikro pengembangan institusi yang terdiri dari (1) wawasan tentang visi pengembangan pendidikan Islam dan (2) visibilitas pendanaan studi. Bertindak sebagai penguji untuk komponen ini adalah Direktur Program Pascasarjana, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd. Kedua,  pembidangan program studi dan rencana usul penelitian yang terdiri dari (1) isu-isu mutakhir dalam bidang program studi dan (2) pengembangan riset/rencana usul penelitian. Komponen ini diuji oleh masing-masing ketua program studi yaitu Dr. Drs. Naskur, M.HI (Kaprodi Hukum Keluarga dan Plt. Kaprodi Ekonomi Syariah) dan Dr. Ardianto, M.Pd (Kaprodi Pendidikan Agama Islam dan Plt. Kaprodi Manajemen Pendidikan Islam). Dan, ketiga, motivasi studi dan orientasi pengembangan diri. Komponen ini diuji oleh Sulaiman Mappiasse, Ph.D (Dosen Program Pascasarjana) dan Dr. Musdalifah Dachrud, M.Si (Dosen Program Pascasarjana). 

Menanggapi hasil wawancara, Direktur Program Pascasarjana IAIN Manado, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd usai kegiatan wawancara mengungkapkan bahwa rata-rata calon mahasiswa telah mempersiapkan diri dengan baik. “Hal ini menunjukkan wujud
kesungguhan calon mahasiswa melamar menjadi mahasiswa peserta program magister pada Program Pascasarjana”, lanjut Bolotio. Ia juga menambahkan bahwa rata-rata mahasiswa telah mempersiapkan biaya perkuliahan sehingga kendala penyelesaian studi karena faktor finansial tampaknya tidak akan terjadi. 

Target yang ingin dicapai melalui kegiatan ujian lisan/wawancara dalam rangka seleksi penerimaan mahasiswa baru Program Magister ialah identifikasi dan pemetaan karakteristik potensi dan kemampuan awal yang dimiliki calon mahasiswa. Berdasarkan identifikasi dan pemetaan itu Program Pascasarjana IAIN Manado dapat menentukan skala prioritas pengembangan program akademik bagi mahasiswa baru. Identifikasi dan pemetaan karakteristik potensi dan kemampuan awal calon mahasiswa ini perlu dilakukan agar program-program pengembangan akademik yang dilakukan lebih terukur dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa.

Kegiatan wawancara yang kegiatannya dipusatkan di gedung perkuliahan Program
Pascasarjana sangat antusias diikuti oleh para calon mahasiswa. Hal ini tampak dari kesetiaan mereka menunggu giliran wawancara. Para calon mahasiswa yang mengikuti wawancara itu sebelumnya telah mengikuti tes tulis.

Hasil wawancara akan diakumulasikan nilainya dengan hasil tes tulis untuk menjadi dasar pertimbangan kelulusan mahasiswa. (at)

Yusmarni, Menuntut Ilmu Tidak Berbatas Waktu

diposting pada tanggal 9 Agt 2018 09.59 oleh Ardianto Tola

IAIN Manado - Menunut ilmu sepanjang hayat. Hal ini ditunjukkan oleh Yusmarni Kadengkang.
Dalam usianya yang senja, 68 tahun, mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Pendidi
kan Islam Program Pascasarjana IAIN Manado ini tetap menunjukkan semangatnya untuk menuntut ilmu. Yusmarni yang oleh teman-teman sekelasnya akrab menyapanya dengan sapaan mami ini secara eksplisit mengekspresikan pesan bahwa umur bukan halangan untuk menuntut ilmu.

Tekad dan kerja keras Yusmarni untuk meraih gelar magister dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam tampaknya mulai menunjukkan hasil. Hal ini tampak dalam keberhasilan  mempertahankan usul penelitian untuk karya tesisnya pada Kamis (09/08/2018) di hadapan Dewan Penguji Proposal Tesis, masing-masing Dr. Rivai Bolotio, M.Pd, Dr. Ardianto, M.Pd.,  Sulaiman Mappiasse, Ph.D, dan Dr. Adri Lundeto, M.Pd.I.

Meski di usia senja, Yusmarni yang sehari-harinya mengabdikan diri sebagai guru di SMK Kesehatan Kotamobagu ini dalam proses pembimbingan tetap mengikuti semua proses sesuai prosedur yang ada. Jiwa besar dan kesabaran mengikuti semua tahapan akademik yang ada layak menjadi panutan bagi mahasiswa. Yusmarni menjadi inspirasi nyata dan memberi pesan kuat pada generasi muda bahwa usia senja bukan penghalang menimba ilmu dan menuntut ilmu tidak berbatas waktu. (at) 

Direktur Pantau Pelaksanaan Ujian Seleksi Tertulis Penerimaan Mahasiswa

diposting pada tanggal 9 Agt 2018 08.31 oleh Ardianto Tola

IAIN Manado - Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan ujian seleksi tertulis Penerimaan Mahasiswa Baru Program Pascasarjana IAIN Manado
Tahun Akademik 2018-2019 yang berlangsung Senin (06/08/2018), Direktur Program Pascasarjana IAIN Manado, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd melakukan visitasi langsung di ruang pelaksanaan ujian untuk memantau proses pelaksanaan ujian. Dalam kesempatan visitasi tersebut, Direktur yang turut didampingi oleh Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam, Dr. Ardianto, M.Pd  kembali mengingatkan paserta ujian untuk mengerjakan tes secara sunggguh-sungguh. Ia juga berpesan agar para calon mahasiswa tidak perlu khawatir untuk tidak lulus ujian karena soal-soal yang diberikan relatif mudah dikerjakan. "Soal-soal yang mungkin sulit dikerjakan hanya soal bahasa Arab khususnya bagi para peserta yang berlatar belakang pendidikan umum", ungkapnya.

Pelaksanaan ujian yang diikuti 35 peserta dan dibagi dalam dua ruangan itu berjalan lancar. Adapun materi soal terdiri atas dua yaitu tes potensi akademik (TPA) dan Tes Kemampuan Bahasa. Seluruh peserta tampak sangat serius mengerjakan soal-soal yang ditanyakan. (at)

Rektor Buka Kegiatan Seleksi Calon Mahasiswa Program Magister Tahun Akademik 2018-2019

diposting pada tanggal 7 Agt 2018 18.51 oleh Ardianto Tola   [ diperbarui9 Agt 2018 07.51 ]

IAIN Manado - Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Senin (06/08/2018), memulai rangkaian kegiatan ujian seleksi
penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2018-2019. Kegiatan ujian yang terdiri dari ujian tulis dan lisan itu dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Manado, Dr. Rukmina Gonibala, M.Si. Dalam sambutannya, Gonibala menegaskan bahwa semua kegiatan akademik yang dilaksanakan termasuk seleksi penerimaan mahasiswa program magister harus mengikuti prosedur yang akuntabel dan dapat dipertangungjawabkan secara akademik. Ia juga berpesan agar proses ujian yang dilaksanakan sebagai salah satu tahapan penerimaan mahasiswa baru program magister dilaksanakan secara objektif agar dapat memperoleh hasil maksimal. “Para calon mahasiswa, perlu ketahui bahwa standar-standar dan prosedur pelaksanaan pendidikan yang dimiliki Program Pascasarjana IAIN Manado tidak kalah dibandingkan dengan perguruan tinggi lainnya”, ungkap Gonibala. Dengan standar dan prosedur yang dimiliki Program Pascasarjana ini, menurut Gonibala,  alumni Program Pascasarjana IAIN Manado memiliki standar lulusan yang sama dengan lulusan perguruan tinggi yang lain.

Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana IAIN Manado, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd dalam

sambutannya mengungkapkan bahwa Program Pascasarjana terus berkomitmen untuk melakukan peningkatan kualitas proses pendidikannya termasuk di antaranya ialah proses seleksi penerimaan mahasiswa baru. Bolotio juga mengingatkan kepada seluruh calon mahasiswa yang mengikuti tes agar mengerjakan soal-soal ujian dengan baik sebagai bukti kesungguhan mengikuti program pendidikan magister di IAIN Manado. Ia juga menambahkan bahwa ujian seleksi yang dilaksanakan saat ini merupakan seleksi penerimaan tahap pertama. Program Pascasarjana masih membuka kesempatan mengikuti ujian seleksi penerimaan tahap kedua yang waktunya secara teknis akan diatur oleh panitia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Sosialisasi dan Penerimaan Mahasiswa Baru Program Pascasarjana IAIN Manado, Dr. Arhanuddin, M.Pd.I melaporkan bahwa calon mahasiswa yang mengikuti tes untuk tahap pertama ini sebanyak 35 peserta untuk empat pilihan program studi. Berkaitan dengan instrumen tes, Arhanuddin, mengungkapkan bahwa instrumen tes yang digunakan saat ini telah disusun sedemikian rupa oleh panitia agar dapat mengukur secara tepat standar input mahasiswa yang diterima. “Dalam kegiatan ujian lisan atau wawancara juga telah dikembangkan kisi-kisi ujian lisan atau wawancara yang dapat menilai secara komprehensif kompetensi calon mahasiswa sebagai assessment awal”, tegas Arhanuddin. (at)

Awali Perkuliahan Semester Genap dengan Kuliah Tamu

diposting pada tanggal 22 Mar 2018 09.05 oleh Pascasarjana IAIN MANADO   [ diperbarui22 Mar 2018 09.13 ]

IAIN Manado - Program Pascasarjana IAIN Manado dalam rangka mengawali perkuliahan semester genap tahun akademik 2017-2018 melaksanakan kuliah tamu dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Fritz Shculze, guru besar dari Georg-August-Universität Göttingen Jerman, Kuliah tamu yang dilaksanakan di Aula Program Pascasarjana pada Kamis (22/3/2018) itu diikuti oleh mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Manado yang berasal dari empat program studi, yaitu program studi Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Ekonomi Syariah, dan Hukum Keluarga. 

Dalam kuliahnya, Prof. Fritz yang didampingi oleh Direktur Program Pascasarjana, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd, menekankan pentingnya proses dialog dalam membangun hubungan antar dan intra agama yang lebih sehat, dinamis, berkualitas, dan manusiawi yang penuh dengan semangat toleransi dan pluralisme. Bagi Prof. Fritz, dialog antar dan intra agama di Indonesia lebih maju dibandingkan dengan negara-negara lain. Hal ini sangat kontras terjadi di negara-negara Kawasan Timur Tengah, misalnya. Dan, karena itu ia menilai tidak berjalannya proses dialog ini merupakan penyebab utama kegagalan perdamaian sosial di Timur Tengah. 

Menurutnya, materi dalam dialog tidak hanya hanya mengungkap persamaan (similarities), tetapi juga perbedaan (differences) masing-masing kelompok
agama baik menyangkut nilai, wawasan, dan pemahaman keagamaan dengan dilandasi semangat saling menghargai. 

Dialog juga bukan hanya terbatas pada percakapan melainkan juga perbuatan, misalnya tindakan antar kelompok agama untuk melakukan aksi-aksi kemanusiaan seperti kolaborasi lintas-agama untuk menangani kemiskinan, kelaparan, bencana alam, dan problem sosial dan ekonomi yang dihadapi oleh warga negara. 

“Dialog agama harus menjadi medium budaya--bukan alat politik--untuk membangun hubungan jangka panjang antar pemeluk agama yang dilandasi semangat saling memahami dan menghargai perbedaan dan keunikan masing-masing umat beragama”, tegasnya. 

Menjawab pertanyaan salah satu mahasiswa, Wahyuningsih Sutrisno, S.Pd, yang juga merupakan Sekretaris Forum Mahasiswa Pascasarjana IAIN Manado tentang larangan berjilbab di negara-negara Eropa, Prof. Fritz dengan lugas menjelaskan bahwa saat ini situasinya sudah jauh lebih maju. “Di Jerman, misalnya, tidak ada larangan bagi wanita muslim untuk berjilbab, terkecuali pada profesi hakim dan jaksa karena seorang hakim dan jaksa dituntut untuk bersikap netral dan tidak memihak”, lanjut Prof. Fritz. 

Lebih jauh, Prof. Fritz yang sudah sering berkunjung ke Indonesia itu mengungkapkan bahwa di hampir setiap negara bagian di Jerman terdapat komunitas muslim dan mereka memiliki hak dan kebebasan yang sama dengan warga negara Jerman lainnya dalam menjalankan kebiasaan-kebiasaan dalam tradisi agama yang dianut termasuk dalam hal busana jilbab bagi perempuan muslim. 

Soal kecenderungan ilmuan Indonesia dalam bidang pengkajian Islam untuk belajar ke Timur Tengah  yang juga ikut dipertanyakan oleh salah seorang dosen, Zainuddin Zoga, Kandidat Doktor Bahasa Arab UIN Alauddin Makassar, ditanggapi oleh Prof. Fritz bahwa  Indonesia memiliki banyak ilmuan dalam bidang pengkajian Islam yang memiliki reputasi international dan mereka-mereka itu belajar di Amerika dan Eropa.   

Di akhir kuliahnya, Prof. Fritz yang sangat piawai menjelaskan problem sosial keagamaan di negara-negara Timur Tengah menekankan bahwa dialog agama yang konstruktif dan produktif akan dapat menciptakan perdamaian global. "Dan, hal inilah yang merupakan masalah terbesar yang dihadapi oleh negara-negara seperti Irak, Iran, Mesir, Suriah, dan Palestina", jelasnya.  (at)

Mahasiswa IAIN Manado Terima Kuliah Umum Professor Asal Jerman

diposting pada tanggal 21 Mar 2018 19.35 oleh Pascasarjana IAIN MANADO   [ diperbarui22 Mar 2018 09.06 ]

IAIN Manado – Pengembangan wawasan keilmuan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado melalui kuliah umum dengan menghadirkan narasumber yang berasal dari dalam dan luar negeri merupakan program yang secara berkelanjutan dilaksanakan. Pada Sabtu (21/03/2018), IAIN Manado kembali menghadirkan Prof. Dr. Fritz Schulze, Guru Besar Georg-August-Universität Göttingen Jerman. Prof. Fritz yang concern meneliti pergerakan dan pemikiran Islam di Indonesia itu, membawakan materi kuliah umum bertajuk “Paradigma Sosial dalam Penelitian dan Perubahannya”. 

Dalam kuliah umumnya di hadapan mahasiswa S1 dan S2, Prof. Fritz menyampaikan perlunya pendekatan ilmu sosial secara interdisipliner dalam memecahkan permasalahan dalam masyarakat. Pendekatan yang dimaksud dapat berupa pendekatan bahasa, budaya, sosial, antropologi, dan lain-lain. “Dalam konteks penelitian sosial, pemahaman terhadap  budaya lokal dan budaya global sangat diperlukan”, tegasnya  

Kuliah umum yang berlangsung di Aula Rektorat IAIN Manado itu juga turut dihadiri oleh unsur pimpinan fakultas dan para dosen. Baik dosen maupun mahasiswa sangat antusias mengikuti kuliah umum Prof. Fritz yang didampingi oleh Direktur Program Pascasarjana, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd dan dipandu oleh Dr. Rosdalina Bukido, M.Hum. Hal tersebut tampak pada respon peserta kuliah umum pada sesi tanya jawab dimana para peserta aktif memberikan tanggapan dan pertanyaan. 

Menanggapi catatan salah seorang dosen, Dr. Arhanuddin Salim, alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang menyoal tentang relatif rendahnya produktivitas dan kualitas Islamic Studies di Indonesia terutama pasa aspek publikasi ilmiah, Prof. Fritz yang juga merupakan salah satu professor tamu pada Program Pascasarjana IAIN Manado mengungkapkan bahwa pada dasarnya Islamic Studies di Indonesia sangat maju dan cukup berkualitas. Persoalan mendasarnya menurut Prof. Fritz adalah substansi artikel hasil penelitian dan penguasaan bahasa Inggris yang perlu ditingkatkan dari para peneliti sehingga hasil penelitian di bidang Islamic Studies dan penelitian sosial lainnya dapat dipublikasi dan dibaca oleh akademisi dalam kanca internasional. 

Di akhir acara kuliah umum, Direktur Program Pascasarjana, Dr. Rivai Bolotio, M.Pd., mewakili Rektor IAIN Manado menyerahkan cenderamata kepada Prof. Fritz yang disambut dengan senang hati dan menyampaikan terima kasih atas undangan IAIN Manado. (at)      

1-10 of 33