Galeri‎ > ‎Dokumentasi‎ > ‎

Masa Pandemi Covid-19, Pascasarjana Siasati Ujian Secara Daring

diposting pada tanggal 19 Mei 2020 06.56 oleh Ardianto Tola
IAIN Manado - Hingga saat ini dunia masih dirisaukan dengan mewabahnya suatu penyakit yang disebabkan oleh sebuah virus  yang bernama corona atau dikenal dengan Covid-19 (Corona Virus Diseases-19). Virus yang disinyalir mulai mewabah 31 Desember 2019 di Kota Wuhan Provinsi Hubei Tiongkok ini, kini telah menyebar di hampir seluruh penjuru dunia dengan sangat cepat, sehingga WHO tanggal 11 Maret 2020 menetapkan wabah ini sebagai pandemi global.

Data korban Covid-19 setiap hari yang dirilis oleh badan otoritas pemerintah di setiap negara termasuk Indonesia menunjukkan kenaikan cukup fantastis. Jutaan manusia menjadi korban virus corona di seluruh pelosok dunia. Di Indonesia sendiri, hingga saat ini terhitung sebanyak 18.496 orang yang positif terpapar Covid-19. Guna menekan penyebaran virus corona ini, di sektor pendidikan, sejak awal pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (daring/dalam jaringan) pada semua jenjang pedidikan, mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi. 

Perkuliahan daring atau online ini sebagai bagian dari social distancing dan physical distancing ini juga merupakan kebijakan yang ditetapkan oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado. Tujuannya agar virus corona yang penyebarannya sangat massif ini dapat diantisipasi setidaknya di lingkungan pendidikan. Bukan hanya dalam kegiatan perkuliahan, melainkan juga pelaksanaan ujian-ujian seperti ujian proposal, ujian hasil penelitian, dan ujian akhir/gelar sarjana dan magister juga dilakukan secara daring dengan memanfaatkan platform aplikasi vidio conference seperi Zoom, ClaudX, dan WhatsApp. 

Sebagai bagian dari social distancing dan physical distancing, Program Pascasarjana IAIN Manado pada Rabu (19/05/2020), laksanakan kegiatan ujian proposal tesis secara daring melalui aplikasi ClouadX. Kegiatan ujian proposal tesis tersebut dilaksanakan oleh Riduan Lamani mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah yang mengajukan proposal penelitian tesis berjudul "Studi Komparatif Tingkat Kesehatan dan Efisiensi Perbankan Syariah dengan Perbankan Konvensional di Indonesia". Dewan penguji proposal tesis masing Dr. Nasruddin Yusuf, M.Ag (ketua dewan penguji), Dr. Nurlaila Harun, M.Si (sekretaris dewan penguji), Dr. Radliyah Hasan Jan, M.Si (Penguji Utama), Dr. Ardianto, M.Pd (Penguji 1), dan Dr. Suprijati Sarib (Penguji 2). Pelaksanaan ujian yang dipimpin oleh Ketua Program Studi Ekonomi Syariah, Dr. Nurlaila Harun, M.Si mewakili Direktur Program Pascasarjana yang berhalangan hadir namun telah memberikan catatan dan masukan kepada mahasiswa melalui komunikasi WhatsApp.


Riduan Lamani dalam sesi tanya jawab memaparkan bahwa bank syariah dilihat dari aspek market share hanya kurang dari 7% dari total pangsa pasar industri perbankan di Indonesaia. Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat gap yang cukup lebar antara dana pihak ketiga dibandingkan dengan total pembiayaan. Gap atau selisih yang cukup besar ini mengindikasikan adanya idling money (dana mengendap) sehingga dapat diasumsikan bahwa perbankan syariah kurang efektif dalam menjalankan operasional bisnisnya. Inilah yang perlu diteliti lebih lanjut khususnya jika dikomparasikan dengan perbankan konvensional.

Riduan Lamani yang merupakan Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado dan juga bertugas sebagi konseptor Walikota Manado juga mengungkapkan bahwa penelitian yang akan dilakukannya ini diilhami dari temuan penelitian Delmus Puneri Salim tentang Islamic Finance yang termuat dalam bukunya berjudul "The Transnasional and the Local in the Politics of Islam: The Case of West Sumatra, Indonesia". Salah satu temuan penelitian tentang Islamic Finance yang terungkap dalam buku tersebut yaitu bahwa meskipun terjadi peningkatan aset yang dramatis, namun perbankan syariah masih  memainkan peranan kecil terhadap perekonomian Indonesia.         

Dr. Nurlaila Harun, M.Si selaku ketua Program Studi Ekonomi Syariah dalam sesi pembukaan ujian mengungkapkan bahwa pelaksanaan ujian yang dilakukan secara daring ini merupakan bagian dari upaya Program Pascasarjana IAIN Manado untuk memberikan pelayanan akademik dalam suasana pandemi Covid-19. "Dengan demikian, darurat Covid-19 yang mendera dan mengubah hampir seluruh tatanan kehidupan manusia di hampir semua negara tidak menjadikan kita berhenti dalam menjalankan aktivitas termasuk aktivitas di bidang akademik", ungkap Nurlaila Harun yang juga merupakan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Manado periode 2015-2019. Ia juga berharap bahwa kegiatan ujian yang dilaksanakan secara daring hari ini dapat memotivasi mahasiswa yang lain khususnya mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Program Pasacsarjana IAIN Manado untuk mempercepat penyelesaian studi. (at)     

Comments