June 14, 2011

Sanksi dan Tatacaranya

Sanksi dan Tatacara Pemberian Sanksi Akademik

Pelanggaran atas etika akademik akan berdampak pada penerapan sanksi bertingkat sesuai dengan tingkat pelanggaran atas etika akademik dalam rangka penegakan integritas akademik di lingkungan Pascasarjana IAIN Manado. Jika terbukti terjadi pelanggaran etika akademik, sanksi akademik dapat dilakukan secara bertingkat pula mulai dari sanksi ringan hingga berat dan bahkan dapat lebih dari satu sanksi.

Bentuk-bentuk sanksi :

  • Sanksi akademik bagi mahasiswa
  1. Teguran lisan
  2. Teguran tertulis
  3. Penundaan ujian tesis
  4. Pemutusan hubungan studi
  • Sanksi akademik bagi dosen/pembimbing
  1. Teguran lisan
  2. Teguran tertulis
  3. Pembebasan dari kewenangan mengajar atau membimbing mahasiswa PPs IAIN Manado
  • Sanksi akademik bagi pengelola
  1. Teguran lisan
  2. Teguran tertulis
  3. Usul pembebasan dari kewenangan mengelola PPs IAIN Manado kepada atasan yang berwewenang.
  4. Pemberian sanksi

Sanksi terhadap pelanggaran etika akademik dapat diberikan oleh:

  • Pengawas Ujian

Pengawas ujian / dosen dapat memberikan peringatan lisan dan atau perintah untuk meninggalkan ruang ujian jika peserta ujian tidak mengindahkan peringatan yang diberikan. Bentuk-bentuk pelanggaran yang terjadi dan tingkat penerapan sanksi akan direkam dalam bentuk catatan tertulis pada Berita Acara Ujian oleh pengawas ujian/dosen dan dilaporkan kepada Ketua Program Studi dan selanjutnya akan ditentukan tingkat sanksi yang akan diterapkan.

  • Dosen Pengampuh Mata Kuliah
  1. Dosen pengampuh dapat memberikan sanksi berupa pengurangan nilai ujian pada pelanggar etika akademik untuk mata kuliah yang diampuhnya.
  2. Dosen pengampuh dapat menyatakan ketidak lulusan ujian (digugurkan) untuk mata kuliah atau kegiatan akademik yang bersangkutan.
  3. Untuk pelanggaran akademik berat, pelanggar dapat dikenakan sanksi digugurkan seluruh mata kuliah yang ditempuh pada semester yang bersangkutan.
  4. Pemberian skorsing (dicabut status kemahasiswaannya untuk sementara) dari pascasarjana dapat dilakukan apabila sanksi yang diberikan tidak menimbulkan efek jera dan merupakan pelanggaran etika akademik berulang dan atau kegiatan yang dapat disebutkan sebagai tindak pidana, hingga kasusnya selesai secara hukum positif.
  5. Pemecatan atau dikeluarkan (dicabut status kemahasiswaan) dari pascasarjana (misalnya untuk kasus plagiat, dibuatkan orang lain, pemalsuan, gratifikasi, dan tindakan kriminal lainnya).
  6. Pencabutan gelar akademik yang telah diperoleh dari IAIN Manado dapat dilakukan jika pelanggaran etika akademik terbukti menurut hukum positif yang ada di Indonesia atau KUHP (misalnya untuk kasus plagiat dan karya akademik dibuatkan orang lain, pemalsuan dan gratifikasi).

Tatacara Pemberian Sanksi

  1. Setiap pelanggaran terhadap etika akademik dipandang sebagai perilaku tercela.
  2. Setiap pelanggaran etika akademik akan diproses sesuai mekanisme penerapan sanksi.
  3. Setiap temuan pelanggaran etika akademik akan dilaporkan kepada pimpinan PPs.
  4. Seluruh anggota civitas akademika yang menemukan adanya pelanggaran etika akademik, berhak untuk melaporkan kepada pimpinan PPs.
  5. Pimpinan PPs akan mengadakan klarifikasi atas laporan tersebut kepada pihak yang bersangkutan untuk menemukan kebenaran dari kedua belah pihak.
  6. Pimpinan PPs akan mengambil keputusan berdasarkan kesimpulan dalam butir 5 tersebut dan memberikan sanksi yang sesuai.
  7. Untuk pelanggaran berat, Pimpinan PPs/Institut dapat membentuk Komisi Khusus atau menyerahkan pada Komisi Etik Senat Institut untuk memeriksa dan merekomendasikan sanksi terhadap pelanggar.
  8. Pimpinan Institut memberikan sanksi terhadap pelanggar sesuai rekomendasi yang diberikan Komisi Khusus atau Komisi Etik Senat Institut.

Setiap pemberian sanksi dilakukan secara tertulis dan didokumentasikan dalam bentuk surat pernyataan bermaterai disertai Berita Acara yang menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap pelanggaran yang dilakukan.

Leave a Reply